Disdik Balikpapan Kekurangan 1.000 Guru, Rekrut Ratusan PJLP untuk Tutupi Kebutuhan

GARVI.ID, BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) terus berupaya mengatasi kekurangan tenaga pendidik yang hingga kini masih terjadi di sejumlah sekolah negeri. Salah satu langkah yang dilakukan yakni merekrut ratusan tenaga guru melalui skema Penyedia Jasa Lain Perorangan (PJLP).

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Balikpapan, Irfan Taufik, mengatakan Balikpapan saat ini masih mengalami kekurangan guru dalam jumlah cukup besar. Kondisi tersebut membuat pemerintah daerah harus mencari solusi agar proses belajar mengajar tetap berjalan optimal.

Menurut Irfan, wacana pelarangan guru non-ASN mengajar di sekolah negeri hingga saat ini belum memiliki petunjuk teknis yang jelas dari pemerintah pusat. Namun di sisi lain, kebutuhan tenaga pengajar di Balikpapan masih sangat tinggi.

“Pada faktanya kita di Balikpapan masih kekurangan guru. Sehingga mau tidak mau, suka atau tidak suka, kita harus melakukan inovasi untuk menutupi kekurangan guru tadi,” ujar Irfan, Rabu (13/5/2026). 

Ia menjelaskan, total tenaga guru di Balikpapan saat ini sekitar 4.200 orang. Sementara kebutuhan ideal diperkirakan mencapai sekitar 6.000 guru.

“Artinya kita masih kurang kurang lebih 1.000 guru,” katanya.

Untuk membantu memenuhi kebutuhan tersebut, Pemkot Balikpapan merekrut sekitar 460 tenaga guru melalui skema PJLP pada 2026. Langkah tersebut dilakukan karena selama hampir 10 tahun terakhir tidak ada penerimaan guru melalui jalur PNS dalam jumlah signifikan.

Irfan menuturkan, pengangkatan guru PPPK selama ini juga belum menambah jumlah guru secara keseluruhan karena sebagian besar berasal dari tenaga honorer yang sudah ada sebelumnya.

“Yang existing PPPK itu sebenarnya pegawai kita yang sebelumnya berstatus honorer. Jadi hanya berubah status menjadi PPPK atau PPPK paruh waktu,” jelasnya.

Selain kekurangan guru, Disdikbud Balikpapan juga menghadapi persoalan bertambahnya jumlah guru pensiun dan mutasi pegawai setiap tahun. Kondisi tersebut menyebabkan kebutuhan tenaga pendidik terus meningkat.

Karena itu, pemerintah daerah berharap pemerintah pusat dapat kembali membuka rekrutmen ASN dan PNS untuk tenaga pendidik agar kebutuhan guru di Balikpapan dapat terpenuhi secara bertahap. (Adv/Diskominfo/Bpp)