GARVI.ID, BALIKPAPAN — Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Balikpapan mulai menyiapkan sejumlah langkah untuk mengatasi persoalan parkir liar dan kemacetan kendaraan angkutan barang di dalam kota.
Selain memasang kamera pengawas di titik rawan parkir liar, Dishub juga tengah menyiapkan sistem derek kendaraan hingga pembangunan depo kontainer di Kilometer 13 Balikpapan.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Balikpapan, Muhammad Fadli Pathurrahman mengatakan, pihaknya telah memasang lima kamera khusus illegal parking di sejumlah lokasi yang dinilai memiliki potensi pelanggaran dan kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Kami sudah mencoba memasang lima titik kamera illegal parking di beberapa lokasi yang memiliki potensi pungli maupun kebocoran PAD parkir,” ujar Fadli, Senin (18/5/2026).
Menurutnya, kamera tersebut akan digunakan untuk memantau aktivitas parkir liar serta mendukung pengawasan setoran parkir di lapangan.
Dishub juga berencana menerapkan sistem derek kendaraan terhadap pelanggar parkir liar. Namun kebijakan itu masih menunggu kesiapan sarana penampungan kendaraan.
“Kami akan menerapkan derek kendaraan parkir liar sambil menunggu titik lokasi penampungan,” katanya.
Di sisi lain, Pemerintah Kota Balikpapan saat ini mulai membangun depo kontainer atau terminal angkutan barang di kawasan Kilometer 13.
Fadli menyebut pembangunan tersebut menjadi langkah strategis untuk mengurangi kemacetan dan parkir liar truk di bahu jalan.
“Setelah kami identifikasi, hampir 90 persen kendaraan angkutan barang parkir liar karena memang tidak memiliki tempat parkir,” jelasnya.
Ke depan, kendaraan besar nantinya hanya diperbolehkan masuk hingga depo kontainer. Selanjutnya distribusi barang menuju pusat kota akan menggunakan kendaraan yang lebih kecil.
Selain itu, Dishub Balikpapan juga menyiapkan kantong parkir baru di kawasan MT Haryono bekerja sama dengan pihak Citra City.
Lahan tersebut diproyeksikan mampu menampung sekitar 350 satuan ruang parkir (SRP) dan ditarget mulai beroperasi pada Juni 2026.
“Kami berharap kantong parkir baru ini dapat membantu mengurangi kepadatan kendaraan di kawasan MT Haryono,” pungkasnya. (Adv/Diskominfo/Bpp)












