DKK Balikpapan Ingatkan Warga Jaga Kesehatan Selama Puasa, Pengobatan Tak Boleh Terputus

GARVI.ID, BALIKPAPAN – Bulan Ramadan bukan hanya tentang peningkatan ibadah, tetapi juga menjaga kondisi tubuh tetap prima. Menyambut Ramadan 1447 Hijriah/2026, Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan aspek kesehatan saat menjalankan puasa.

Kepala DKK Balikpapan, Alwiati, memastikan layanan kesehatan di seluruh puskesmas dan fasilitas kesehatan tetap berjalan normal selama Ramadan. Namun, ia menegaskan bahwa kunci utama menjaga kebugaran tetap berada pada kesadaran masing-masing individu.

“Kami ingin warga Balikpapan bisa berpuasa dengan tenang dan tetap sehat. Tapi kesadaran pribadi sangat penting, terutama bagi yang punya riwayat penyakit tertentu,” ujar Alwiati, Selasa (24/2/2026).

Ia menekankan, masyarakat dengan penyakit kronis seperti hipertensi, diabetes, dan gangguan jantung tidak boleh menghentikan pengobatan secara sepihak hanya karena sedang berpuasa. Konsultasi dengan dokter diperlukan untuk menyesuaikan pola terapi selama Ramadan.

“Pengobatan jangan sampai terhenti hanya karena berpuasa. Silakan konsultasi dengan dokter agar jadwal minum obat bisa disesuaikan tanpa mengganggu ibadah,” tegasnya.

Menurutnya, penyesuaian waktu konsumsi obat umumnya dapat dilakukan saat berbuka atau sahur, sesuai anjuran tenaga medis. Kepatuhan terhadap aturan minum obat tetap menjadi faktor penting agar kondisi tubuh tetap stabil.

Selain itu, DKK juga mengingatkan pentingnya pola makan seimbang. Menu sahur dan berbuka dianjurkan mengandung karbohidrat kompleks, protein, serat, serta cukup cairan untuk menjaga energi sepanjang hari.

Alwiati mengingatkan agar masyarakat tidak kalap saat berbuka. Konsumsi makanan tinggi gula dan berminyak sebaiknya dibatasi untuk mencegah lonjakan gula darah dan gangguan pencernaan.

“Berbukalah secara bertahap. Jangan langsung makan berlebihan. Kontrol asupan gula agar tubuh tidak kaget setelah seharian berpuasa,” jelasnya.

Ia juga mengimbau warga untuk tidak menunda pemeriksaan apabila mengalami keluhan kesehatan seperti demam, batuk, pilek, atau gangguan lain selama Ramadan. Penanganan dini dinilai penting agar kondisi tidak semakin memburuk.

“Kalau ada keluhan yang mengganggu, segera datang ke puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat. Jangan menunggu sampai parah,” katanya.

Dengan disiplin menjaga pola hidup sehat, DKK Balikpapan berharap masyarakat dapat menjalani ibadah puasa dengan lancar tanpa mengabaikan kondisi fisik.

“Puasa tetap jalan, kesehatan juga harus dijaga. Itu kuncinya agar Ramadan bisa dilalui dengan aman dan penuh keberkahan,” pungkas Alwiati. (Adv/Diskominfo/Bpp)