GARVI.ID, BALIKPAPAN — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan menggelar sosialisasi pengelolaan sampah berbasis konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle) sekaligus memperkenalkan Aplikasi Sistem Informasi Manajemen Bank Sampah (SIMBA), Kamis (2/4/2026).
Kegiatan berlangsung di Aula Kantor Kecamatan Balikpapan Tengah sejak pukul 09.00 Wita dan diikuti unsur kecamatan, kelurahan, pengelola bank sampah, serta pegiat lingkungan setempat.
Kepala DLH Balikpapan yang diwakili Kepala Bidang Penaatan Hukum dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup (PHPKLH), Siti Patimah, mengatakan sosialisasi ini bertujuan memperkuat pemahaman masyarakat terkait pengelolaan sampah dari sumbernya.
“Pengelolaan sampah tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Peran masyarakat sangat penting, terutama dalam memilah sampah sejak dari rumah,” ujar Siti.
Ia menekankan, penerapan prinsip 3R menjadi langkah dasar dalam mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir.
“Jika pemilahan berjalan optimal, beban sampah bisa ditekan dan lingkungan menjadi lebih bersih serta sehat,” tambahnya.
Dalam kegiatan ini, DLH juga memperkenalkan Aplikasi SIMBA sebagai sistem digital untuk mendukung pengelolaan bank sampah. Aplikasi tersebut memungkinkan pencatatan data nasabah, transaksi, hingga pelaporan dilakukan secara lebih tertib dan terintegrasi.
“SIMBA membantu pengelola bank sampah bekerja lebih rapi dan transparan. Ini juga memudahkan dalam monitoring dan evaluasi,” jelasnya.
Selain itu, peserta juga mendapatkan materi terkait pengelolaan limbah popok dengan pendekatan ekonomi sirkular. Pendekatan ini mendorong pemanfaatan kembali limbah agar memiliki nilai guna, sekaligus mengurangi dampak pencemaran lingkungan.
Sementara itu, pihak Kecamatan Balikpapan Tengah yang diwakili Sekretaris Camat, Netty Musriani, menyambut baik kegiatan tersebut. Ia berharap masyarakat semakin aktif dalam mengelola sampah secara mandiri.
“Kami berharap kesadaran masyarakat terus meningkat, sehingga pengelolaan sampah bisa dimulai dari lingkungan terkecil,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, DLH Balikpapan menargetkan peningkatan kapasitas masyarakat dalam mengelola sampah secara berkelanjutan.
“Harapannya, masyarakat tidak hanya memahami, tetapi juga langsung menerapkan pengelolaan sampah yang baik di lingkungan masing-masing,” tutup Siti.
Dengan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, pengelolaan sampah di Balikpapan diharapkan semakin optimal dan mampu menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, serta berkelanjutan. (Adv/Diskominfo/Bpp)











