GARVI.ID, BALIKPAPAN – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan berencana mengganti bak sampah yang tersebar di berbagai ruas jalan dengan kontainer sampah yang akan ditempatkan lebih dekat ke perumahan. Wakil Ketua Komisi III DPRD Balikpapan, Halili Adinegara, menyambut baik gagasan ini untuk kebersihan lingkungan, namun mengingatkan perlunya persiapan terkait ketersediaan lahan.
“Penempatan kontainer harus memperhatikan ketersediaan lahan. Kalau tidak ada lahan yang tepat, sulit bagi program ini untuk berjalan. Warga pun perlu dilibatkan, terutama soal dampak seperti bau sampah,” ungkap Halili saat diwawancarai di DPRD Balikpapan, Kamis (31/10).
Halili menilai, sosialisasi ke warga menjadi langkah penting sebelum penempatan kontainer dilakukan di kawasan perumahan. Menurutnya, Kelurahan dan Ketua RT bisa memainkan peran sebagai penghubung informasi ke masyarakat agar warga paham tujuan dan manfaat dari kebijakan ini. “Kelurahan harus memastikan apakah warga setuju dengan penempatan kontainer sampah di sekitar mereka,” tegas Halili.
Lebih lanjut, Halili menjelaskan bahwa penempatan kontainer sampah di area perumahan padat penduduk bisa menjadi tantangan, mengingat keterbatasan lahan serta potensi gangguan lingkungan. Meski begitu, ada juga sejumlah RT yang meminta adanya bak sampah di wilayah mereka untuk mengatasi masalah sampah lokal. “Pada akhirnya, pilihan tetap ada di tangan masyarakat,” ujarnya.
Ia mencontohkan pengalaman di Kelurahan Gunung Samarinda, Kecamatan Balikpapan Utara, tempat ia tinggal, di mana warga diarahkan untuk membuang sampah di lokasi yang telah ditentukan. “Sampah sudah jadi masalah yang perlu penanganan serius. Warga sering membuang sampah berkali-kali dalam sehari, bukan hanya sekali,” jelasnya.
Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Gunung Samarinda juga menyarankan diadakan pertemuan dengan warga untuk membahas penempatan kontainer sampah. Menurutnya, hal ini penting agar solusi yang diambil dapat diterima dan didukung masyarakat. (Adv/DPRD/BPP)













