GARVI.ID, PPU – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mengajukan usulan penambahan armada truk sampah melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2024. Penambahan ini dinilai mendesak untuk menangani peningkatan volume sampah di seluruh wilayah, terutama di Kecamatan Sepaku yang kini menjadi area pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).
“Kami telah mengusulkan tambahan armada karena ada peningkatan volume sampah di beberapa titik wilayah,” ujar Kepala DLH PPU, Safwana, saat ditemui baru-baru ini.
Saat ini lanjut Safwana, DLH PPU telah mengoperasikan 15 truk sampah ditambah dua truk kontainer yang baru dibeli melalui APBD murni 2024. Armada baru tersebut diharapkan kedepannya, dapat mengoptimalkan pengangkutan sampah, terutama di lokasi-lokasi penting seperti pada Pasar Petung.
Namun, pada beberapa titik krusial saat ini telah dipetakan, termasuk Kecamatan Sepaku yang mengalami lonjakan sampah seiring dengan adanya pembangunan IKN. Safwana menjelaskan bahwa saat ini dua truk yang beroperasi di Sepaku belum cukup untuk mengatasi volume sampah yang ada.
“Kami membutuhkan empat truk sampah untuk memaksimalkan pelayanan di Kecamatan Sepaku. Saat ini, dua truk saja belum bisa mengatasi timbunan sampah yang kian terus bertambah,” jelasnya.
Safwana juga menegaskan bahwa DLH PPU akan terus menjalankan program-program edukasi dalam pengolahan sampah kepada masyarakat sebagai bagian dari upaya jangka panjang pengelolaan sampah.
Selain itu, DLH PPU juga saat ini sedang menyusun studi kelayakan (Feasibility Study/FS) untuk merancang Detail Engineering Design (DED) Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) yang akan diimplementasikan pada tahun 2025.
“Studi kelayakan ini nantinya akan menjadi dasar perencanaan DED TPST yang akan dilaksanakan tahun depan,” pungkas Safwana. (Adv/PPU)













