GARVI.ID, BALIKPAPAN – Untuk mempercepat realisasi program nasional tiga juta rumah, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) menggelar Rapat Koordinasi Evaluasi Pendataan Pembangunan Perumahan di Auditorium Balikpapan, Rabu (23/7/2025). Kegiatan ini melibatkan tiga provinsi di Pulau Kalimantan: Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Utara.
Pertemuan ini dihadiri Direktur Jenderal Perumahan Perdesaan Kementerian PKP Imran, Direktur Peningkatan Kualitas Perumahan Perdesaan Agus Wahidin, Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo, Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman (BP3KP) Kalimantan II Anggoro Putro, serta perwakilan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) kabupaten/kota dari ketiga provinsi.
Dalam sambutannya, Dirjen Perumahan Perdesaan, Imran, menegaskan bahwa program tiga juta rumah adalah amanat langsung dari Presiden RI, Prabowo Subianto. Ia menekankan bahwa setiap warga negara berhak atas tempat tinggal yang layak, sebagaimana diatur dalam UUD 1945.
“Seluruh warga negara berhak memperoleh rumah yang layak dan sehat. Maka dari itu, saya mengajak semua pihak untuk berpartisipasi aktif mewujudkan program tiga juta rumah ini,” ujar Imran.
Ia menambahkan bahwa Kementerian PKP tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan dari berbagai pihak, terutama pemerintah daerah dan sektor swasta.
“Sosialisasi sudah berjalan, tapi kunci sukses program ini adalah gotong royong. Pemerintah pusat butuh dukungan penuh dari daerah, provinsi, hingga perusahaan,” tegasnya.
Rapat koordinasi ini menjadi ajang evaluasi dan sinkronisasi data pembangunan perumahan di tiga provinsi, termasuk di wilayah perkotaan, perdesaan, hingga kawasan pesisir. Balai P3KP Kalimantan II yang membawahi sektor perumahan di wilayah tersebut turut aktif dalam memantau dan mengevaluasi pelaksanaan program di lapangan.
Kementerian PKP menargetkan pendataan yang lebih akurat agar pembangunan perumahan benar-benar menyasar masyarakat yang membutuhkan, sekaligus memperkuat sinergi antar pemangku kepentingan di daerah. (/*)







