GARVI.ID, BALIKPAPAN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan menyambut baik pelaksanaan Seminar Ideologi Pancasila yang digelar oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia di BSCC Dome, Selasa (3/6/2025).
Mengusung tema “Memperkuat Karakter Bangsa dengan Nilai-Nilai Pancasila Menuju Indonesia Raya,”seminar ini dihadiri lebih dari 500 peserta dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar, mahasiswa, Forkopimda Kalimantan Timur dan Balikpapan, tokoh agama, akademisi, hingga organisasi masyarakat.
Wakil Ketua DPRD Balikpapan, Budiono, menilai seminar ini sebagai langkah penting untuk menanamkan kembali nilai-nilai kebangsaan di tengah derasnya arus globalisasi dan tantangan ideologis. Ia menekankan bahwa generasi muda perlu memiliki pemahaman yang kuat terhadap jati diri bangsa.
“Ini momentum yang sangat tepat. Pancasila bukan hanya dokumen sejarah, tapi juga fondasi moral dan karakter bangsa. Generasi muda harus memahami itu agar tidak tergerus oleh ideologi asing,” ujar Budiono.
Kepala BPIP RI, Prof. Yudian Wahyudi, yang hadir langsung dalam seminar, juga menekankan pentingnya revitalisasi ideologi Pancasila sebagai bagian dari penguatan karakter bangsa, khususnya di kalangan generasi muda yang menjadi ujung tombak perubahan.
Seminar ini digelar dalam dua hari. Hari pertama berlangsung di hotel bersama para pemangku kepentingan, sementara hari kedua menyasar pelajar dan mahasiswa secara langsung.
Budiono juga menyoroti pentingnya penguatan empat pilar kebangsaan—Pancasila, Sumpah Pemuda, lagu Indonesia Raya, dan Proklamasi Kemerdekaan—sebagai dasar pemersatu bangsa.
“Sejak proklamasi kemerdekaan, Indonesia berdiri atas semangat persatuan. Ini harus terus diwariskan. Apalagi Kalimantan Timur punya peran strategis dan kekayaan alam luar biasa. Anak muda kita harus bisa mengelolanya untuk kemajuan bangsa,” tegasnya.
Ia pun mengajak seluruh peserta untuk menjaga semangat Bhinneka Tunggal Ika dan terus memberi kontribusi nyata untuk Indonesia, apapun profesi dan latar belakangnya.
“Kita ini berbeda-beda tapi tetap satu. Semangat itu yang harus terus kita rawat,” tutup Budiono. (Adv/DPRD/BPP)







