GARVI.ID, BALIKPAPAN – DPRD Kota Balikpapan menggelar Rapat Paripurna ke-9 Masa Sidang II Tahun 2025 pada Senin (21/4/2025) untuk menyampaikan rekomendasi atas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Wali Kota Tahun Anggaran 2024.
Rapat yang berlangsung di Ruang Paripurna Gedung Parkir Kelandasan ini dihadiri oleh jajaran legislatif, Wakil Wali Kota, Sekretaris Daerah, unsur Forkopimda, hingga tokoh masyarakat.
Fraksi PDI Perjuangan melalui anggota Komisi I DPRD, Muhammad Najib, menyampaikan sejumlah catatan kritis. Mengawali penyampaian, ia memberi ucapan Selamat Hari Kartini dan menegaskan pentingnya peran perempuan dalam pembangunan.
Najib menyampaikan bahwa secara umum jalannya pemerintahan tahun 2024 cukup baik. Namun, masih ada target dalam RPJMD dan RKPD yang belum tercapai. Ia menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh dan perbaikan lintas sektor.
“Rekomendasi ini bukan sekadar catatan, tapi bagian dari kontrol DPRD sesuai dengan regulasi yang berlaku,” ujarnya.
Fraksi PDIP mengidentifikasi 11 isu strategis yang perlu ditangani serius. Mulai dari optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD), pemerataan tenaga pendidik, peningkatan layanan di RSUD Beriman dan percepatan pembangunan RS Sayang Ibu, hingga penanganan air bersih yang tersendat akibat pembatasan sambungan baru oleh Perumda Tirta Manuntung.
Masalah infrastruktur jalan dan drainase juga disorot karena belum terintegrasi. Fraksi mendorong pelatihan tenaga kerja yang selaras dengan kebutuhan industri serta peningkatan tata kelola sampah, khususnya di TPS Manggar.
Fraksi juga meminta agar pengelolaan Perumda dijauhkan dari intervensi politik dan dilakukan secara profesional berbasis kompetensi. Selain itu, mereka mendesak agar APBD dialokasikan secara efisien dan tepat sasaran.
Tak hanya memberi rekomendasi, Fraksi PDIP juga mengusulkan pembentukan Panitia Khusus (Pansus) untuk memperkuat pengawasan terhadap pelaksanaan program pemerintah.
“Semua catatan ini adalah bentuk komitmen kami untuk memastikan arah pembangunan kota ini tetap pada jalurnya—transparan, terbuka, dan berorientasi pada hasil,” tegas Najib. “Kami ingin Balikpapan tumbuh sebagai kota modern yang kompetitif dan tetap menjunjung nilai Madinatul Iman.” (Adv/DPRD/BPP)
