Enam Anak Dinyatakan Meninggal, Forensik RS Kanudjoso Temukan Tanda Mati Lemas Tanpa Luka Bermakna

GARVI.ID, BALIKPAPAN — Enam anak yang menjadi korban dugaan tenggelam telah dipastikan meninggal dunia setelah seluruh jenazah tiba bertahap di Instalasi Forensik Rumah Sakit Kanudjoso Djatiwibowo Balikpapan. Dua jenazah awal datang lebih dulu, disusul empat lainnya.

“Korban yang datang pertama dua jenazah, kemudian menyusul empat lagi. Enam-enamnya sudah dinyatakan meninggal dunia dan saat ini sedang kami lakukan pemeriksaan visum,” ujar dr. Heryadi Bawono Putro, Spesialis Forensik Medikolegal RSUD Kanudjoso, Senin (17/11/2025).

Identitas keenam korban telah dikonfirmasi, yaitu Zairah (5), Tika (8), Fais (9), Icha (11), Qila (11), dan Fais (12).

Namun, pendataan resmi masih difinalisasi.

“Untuk identitas lengkap beserta usia detailnya masih kami proses. Setelah pemeriksaan selesai akan kami sampaikan,” jelas dr. Hariyadi.

Pihak keluarga telah diinformasikan mengenai proses visum yang harus dilakukan untuk memastikan penyebab kematian dan menyingkirkan kemungkinan unsur pidana.

“Keluarga sudah diberi tahu bahwa visum ini penting untuk memastikan apakah mereka benar meninggal karena tenggelam atau ada faktor lain yang membuat mereka tenggelam,” terangnya.

Hasil pemeriksaan awal tidak menemukan tanda kekerasan. “Sejauh ini tidak ada luka-luka bermakna pada tubuh korban,” ujar dr. Hariyadi.

Temuan sementara menunjukkan adanya tanda-tanda mati lemas.

“Dari pemeriksaan, kami melihat indikasi mati lemas. Kondisi ini terjadi karena tubuh kekurangan oksigen sampai akhirnya menyebabkan kematian,” jelasnya.

Tim forensik RS Kanudjoso masih melanjutkan pemeriksaan untuk memastikan seluruh detail penyebab kematian keenam anak tersebut. (*)