GARVI.ID, BALIKPAPAN – Dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Balikpapan ke-128, Fraksi Gerindra DPRD Balikpapan menegaskan kembali komitmennya dalam mendukung pembangunan berkelanjutan. Dalam rapat paripurna DPRD, Siswanto Budi Utomo menyatakan bahwa pembangunan kota harus mengutamakan keseimbangan antara manusia, lingkungan, dan ekonomi agar manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat dalam jangka panjang.
Menurut Siswanto, keberlanjutan pembangunan tidak hanya melibatkan aspek infrastruktur, tetapi juga mencakup kesejahteraan sosial dan ekonomi masyarakat. Oleh karena itu, Fraksi Gerindra mendukung kebijakan insentif dan kemudahan investasi untuk menarik lebih banyak investor ke Balikpapan. Langkah ini diharapkan dapat membuka lebih banyak lapangan pekerjaan dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Data dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) menunjukkan adanya lonjakan signifikan dalam investasi di Balikpapan. Pada 2024, investasi yang masuk tercatat mencapai Rp25 triliun. Lonjakan ini dipengaruhi oleh keberadaan Ibu Kota Nusantara (IKN), yang berdampak positif pada sektor perdagangan, UMKM, dan industri konstruksi.
Namun, Fraksi Gerindra juga menekankan pentingnya menciptakan iklim investasi yang kondusif dan ramah lingkungan. Sinergi antara pemerintah daerah dan pelaku usaha diperlukan agar regulasi dan kebijakan yang dibuat dapat mendukung keberlanjutan lingkungan serta menarik investor tanpa merusak alam dan kesejahteraan masyarakat.
“DPRD, khususnya Fraksi Gerindra, akan terus bekerja sama dengan fraksi lain untuk memastikan kebijakan yang berpihak pada kepentingan rakyat. Kami ingin Balikpapan berkembang menjadi kota yang nyaman, layak huni, dan berkelanjutan,” ujar Siswanto dalam rapat paripurna, Selasa (11/2/2025).
Ke depan, Fraksi Gerindra berkomitmen untuk mendorong program-program pembangunan inklusif, dengan fokus pada peningkatan infrastruktur, penguatan kebijakan lingkungan, serta memastikan pertumbuhan ekonomi yang sejalan dengan kesejahteraan masyarakat. Dengan langkah-langkah ini, diharapkan Balikpapan bisa menjadi contoh kota yang sukses dalam menerapkan prinsip pembangunan berkelanjutan di Indonesia. (Adv/DPRD/BPP)













