ISKA Gelar Munas XVII di Balikpapan, Bahas Arah Organisasi Empat Tahun ke Depan

GARVI.ID, BALIKPAPAN – Ikatan Sarjana Katolik Indonesia (ISKA) menggelar Musyawarah Nasional (Munas) ke-XVII di Hotel Novotel Balikpapan, Kalimantan Timur, Jumat (11/9/2026).

Mengusung tema “Keadilan dan Kesejahteraan”, Munas menjadi forum untuk mengevaluasi perjalanan organisasi sekaligus merumuskan arah dan program ISKA untuk empat tahun mendatang.

Ketua Presidium Pusat ISKA, Luky Yusgiantoro, mengatakan Munas merupakan forum tertinggi dalam organisasi yang digelar setiap empat tahun. Hingga saat ini, ISKA telah memiliki lebih dari 25 Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dan lebih dari 150 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

“Dalam struktur organisasi, Munas menjadi forum tertinggi yang dilaksanakan setiap empat tahun untuk menentukan arah ISKA ke depan,” ujar Luky.

Ia menjelaskan, Munas sebelumnya yang berlangsung di Bali pada 2022 menghasilkan sejumlah keputusan strategis, termasuk pembahasan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) serta garis besar program organisasi. Forum tersebut juga memberikan mandat kepada Presidium Pusat untuk menjalankan kepemimpinan selama satu periode.

Untuk Munas XVII, Balikpapan dipilih sebagai lokasi pelaksanaan. Luky menyebut keberadaan Balikpapan sebagai salah satu pintu gerbang menuju Ibu Kota Nusantara (IKN) menjadi salah satu pertimbangan.

“Balikpapan kami pilih karena posisinya sebagai salah satu gerbang menuju IKN. Setelah rangkaian Munas selesai, peserta juga dijadwalkan mengunjungi IKN,” katanya.

Selama Munas berlangsung, peserta akan mengikuti sejumlah persidangan untuk membahas berbagai agenda organisasi. Salah satu pembahasan yang akan dilakukan yakni evaluasi dan kemungkinan perubahan AD/ART.

Selain persoalan aturan organisasi, forum tersebut juga menjadi ruang untuk membahas program kerja serta strategi ISKA dalam menjalankan peran organisasi pada periode mendatang.

Luky menuturkan, ISKA diarahkan menjadi wadah bagi intelektual Katolik untuk bertukar gagasan dan memberikan kontribusi pemikiran terhadap berbagai persoalan sosial yang berkembang di tengah masyarakat.

“ISKA menjadi ruang bagi intelektual Katolik untuk mengembangkan gagasan, berdiskusi, serta memberikan pemikiran terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat,” tuturnya.

Terkait program kerja periode berikutnya, Luky mengatakan arah kebijakan organisasi akan turut ditentukan oleh ketua yang terpilih dalam Munas XVII.

Ketua terpilih nantinya akan menerima mandat untuk memimpin ISKA selama empat tahun sekaligus menerjemahkan hasil keputusan Munas ke dalam program dan kebijakan organisasi. (/*) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *