GARVI.ID, BALIKPAPAN – Memasuki musim hujan, kewaspadaan terhadap Demam Berdarah Dengue (DBD) kembali menjadi perhatian di Kelurahan Karang Rejo. Berdasarkan data Puskesmas, hingga minggu ke-42 tahun 2025 tercatat 47 kasus DBD sejak Januari lalu. Angka ini sebenarnya bukan hal baru karena cenderung berulang setiap tahun, namun tetap membutuhkan perhatian bersama agar tidak kembali meningkat.
Kepala UPTD Puskesmas Karang Rejo, drg. Farida, menjelaskan bahwa sejauh ini kondisi masih terkendali dan tidak ada penambahan kasus pada minggu terakhir. Meski begitu, ia mengingatkan bahwa musim hujan sering memunculkan genangan air di tempat-tempat tak terduga, yang dapat menjadi lokasi berkembangnya jentik nyamuk.
“Kadang kita tidak sadar ada wadah bekas, seperti kaleng cat atau pot kecil, yang terkena hujan lalu menampung air. Hanya dalam satu malam, jentik nyamuk bisa muncul,” ungkap Farida saat ditemui di Aula Kelurahan Karang Rejo, Rabu (19/11/2025).
Farida juga menekankan bahwa nyamuk penyebab DBD justru menyukai air jernih, bukan air kotor seperti yang sering diasumsikan sebagian masyarakat. Karena itu, ia mengajak warga untuk lebih rutin mengecek halaman rumah, selokan kecil, atau tempat penampungan air yang mungkin terabaikan.
Untuk mencegah penambahan kasus, Puskesmas Karang Rejo mengimbau warga dan kader agar terus menggalakkan kegiatan gotong royong di lingkungan masing-masing. Menurut Farida, kegiatan bersih-bersih ini bukan hanya untuk merapikan lingkungan, tetapi juga membantu menghilangkan tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.
“Harapannya, lewat gotong royong dan pemeriksaan sederhana di rumah masing-masing, kita bisa saling menjaga. Tujuannya bukan hanya agar kasus tidak bertambah, tetapi juga agar tidak ada kejadian yang lebih berat, seperti kematian akibat DBD,” katanya.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk memperhatikan gejala demam yang tak kunjung turun atau keluhan tubuh lainnya yang mencurigakan. Pemeriksaan lebih awal ke fasilitas kesehatan bisa membantu penanganan lebih cepat dan mengurangi risiko komplikasi.
Dengan kolaborasi antara puskesmas, pihak kelurahan, kader kesehatan, dan warga, Farida berharap kasus DBD di Karang Rejo dapat terus menurun. Ia percaya bahwa langkah kecil yang dilakukan bersama dapat memberi dampak besar bagi kesehatan lingkungan dan keselamatan warga. (Adv/Puskesmas/Bpp)
