Kasus Karies Masih Mendominasi, Puskesmas Karang Jati Ingatkan Pentingnya Periksa Gigi Rutin

GARVI.ID, BALIKPAPAN — Penyakit gigi masih menjadi salah satu dari 10 besar keluhan kesehatan yang paling banyak ditangani di Puskesmas Karang Jati. Kondisi ini membuat layanan kesehatan gigi menjadi fokus utama bagi tenaga medis, terutama karena mayoritas pasien datang ketika kerusakan gigi sudah cukup parah.

Menurut dokter gigi Puskesmas Karang Jati, drg. Purweni, sebagian besar masyarakat baru mengunjungi dokter gigi saat rasa sakit sudah tidak tertahankan. “Orang cenderung datang ketika giginya sudah rusak parah. Kalau belum ada keluhan, mereka biasanya abai dan menunda pemeriksaan,” ujarnya, Senin (24/11/2025).

Ia menyebutkan bahwa kunjungan pasien relatif merata antara anak-anak dan dewasa, namun usia produktif lebih mendominasi. Hal ini disebabkan pada usia remaja ke atas, semua gigi permanen sudah tumbuh sehingga risiko kerusakan lebih tinggi. “Anak kecil dan orang dewasa sama-sama sakitnya, tapi pasien usia produktif memang lebih banyak datang ke sini,” tambahnya.

Karies masih menjadi kasus terbanyak yang ditangani, bahkan banyak yang sudah berkembang menjadi nekrosis atau kerusakan gigi yang mencapai saraf. Faktor penyebabnya beragam, mulai dari pola makan, minuman manis, hingga pengetahuan keluarga tentang kesehatan gigi. Menurut drg. Purweni, aspek sosial budaya ikut menentukan perilaku menjaga kesehatan mulut. “Ini berkaitan dengan pengetahuan orang tua, kebiasaan anak, sampai lingkungan tempat mereka tumbuh,” jelasnya.

Padahal, pencegahan sebenarnya tidak rumit. Pemeriksaan rutin setiap enam bulan sekali sudah menjadi bagian dari Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Namun, kepatuhan masyarakat masih rendah. Untuk perawatan di rumah, prinsip utamanya adalah mencegah sisa makanan tertinggal di gigi.

“Sisa makanan itulah yang membuat gigi rusak. Kalau tidak ada sisa makanan di mulut, karies tidak akan terjadi,” kata drg. Purweni. Ia menekankan pentingnya menyikat gigi setelah makan dan sebelum tidur.

Ia juga mengingatkan kesalahan umum yang sering dilakukan, yaitu berkumur terlalu banyak setelah menyikat gigi. Hal tersebut dapat menghilangkan fluoride yang seharusnya menempel pada permukaan gigi. “Fluoride bekerja melindungi gigi. Kalau habis berkumur berkali-kali, efeknya hilang. Setelah sikat gigi cukup kumur sekali saja,” tutupnya. (Adv/Puskesmas/Bpp) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *