GARVI.ID, BALIKPAPAN – Komisi II DPRD Kota Balikpapan terus berupaya meningkatkan ketersediaan pangan lokal guna mengurangi ketergantungan pasokan bahan pokok dari luar daerah, seperti Sulawesi dan Jawa.
Ketua Komisi II, Fauzi Adi Firmansyah, menyampaikan bahwa saat ini pangan lokal di Balikpapan baru mencakup sekitar 15 persen dari total kebutuhan. Sementara itu, sisanya masih bergantung pada pasokan luar daerah, khususnya untuk bahan seperti telur, daging ayam, dan sapi.
“Pangan lokal baru dapat memenuhi 15 persen kebutuhan kita. Selebihnya masih didatangkan dari luar, seperti Sulawesi dan Jawa,” ujar Fauzi, Selasa (28/1/2025).
Fauzi menambahkan bahwa pihaknya tengah merumuskan solusi untuk meningkatkan swasembada pangan di Balikpapan, dengan fokus pada peningkatan produksi lokal untuk bahan pangan pokok.
“Kami sedang mencari formula yang tepat agar Balikpapan bisa mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan,” ujarnya.
Untuk mencapai tujuan tersebut, Komisi II telah memberikan sejumlah masukan kepada Dinas Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DP3) Kota Balikpapan. Fokus utama adalah meningkatkan produksi telur, daging ayam, dan sapi lokal.
Sebagai bagian dari fungsi pengawasan, Fauzi juga meminta DP3 untuk menyusun laporan rutin setiap tiga bulan untuk memantau perkembangan dan program yang sedang dijalankan.
“Kami meminta laporan triwulanan dari DP3, agar kami bisa lebih mudah memantau kegiatan dan program mereka, terutama yang mungkin kurang terlihat oleh publik,” kata Fauzi.
Langkah ini diharapkan dapat mempercepat pencapaian swasembada pangan dan meningkatkan transparansi dalam pengelolaan pangan lokal. Dengan laporan berkala, Komisi II dapat memastikan program berjalan sesuai dengan perencanaan dan kebutuhan masyarakat.
Melalui langkah-langkah ini, Komisi II DPRD Kota Balikpapan berharap dapat mewujudkan kemandirian pangan yang lebih baik dan mengurangi ketergantungan pada pasokan dari luar daerah. (Adv/DPRD/BPP)










