GARVI.ID, BALIKPAPAN — Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) terus menggali potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) di tengah pemangkasan dana transfer ke daerah (TKD). Salah satu langkah yang ditempuh yakni melalui kunjungan kerja ke PT Pelindo Regional 4 Balikpapan, Selasa (31/3/2026).
Kunjungan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Komisi II DPRD Kaltim, H. Sabaruddin Panrecalle, sebagai upaya memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan sektor pelabuhan dalam meningkatkan kontribusi pendapatan daerah.
General Manager Pelindo Regional 4 Balikpapan, Suhadi Hamid, menjelaskan bahwa kerja sama antara pihaknya dengan Pemerintah Provinsi Kaltim melalui BUMD PT Mitra Bunga Abadi Sejahtera (MBS) telah berjalan cukup lama dan memberikan kontribusi signifikan terhadap PAD.
“Balikpapan sejak 2012 telah melakukan kerja sama dengan Pemprov melalui PT MBS dalam pengelolaan Terminal Peti Kemas KKT. Alhamdulillah, dari kerja sama itu kontribusi PAD yang diberikan cukup signifikan,” ujar Suhadi.
Ia menambahkan, ke depan pihaknya membuka peluang kerja sama baru dengan skema yang lebih optimal, khususnya dalam pemanfaatan aset pelabuhan yang belum tergarap maksimal.
“Untuk peluang ke depan, kami sedang melakukan pemetaan kerja sama baru, bukan yang lama. Kami mencari ruang-ruang untuk optimalisasi pelabuhan maupun lahan idle yang ada di Balikpapan,” jelasnya.
Menurutnya, sektor pelayanan kapal menjadi salah satu potensi yang cukup menjanjikan untuk dikembangkan dalam kerja sama tersebut. Selain itu, optimalisasi kawasan di Kaltim Kariangau Terminal juga dinilai memiliki peluang besar.
“Kalau dari hasil diskusi, yang cukup potensial itu dari sisi pelayanan kapal. Tapi juga ada ruang besar untuk mengoptimalkan lahan-lahan yang ada di kawasan Kaltim Kariangau Terminal yang belum tergarap maksimal,” katanya.
Suhadi menegaskan, peluang kerja sama tersebut masih akan dibahas lebih lanjut bersama pihak PT MBS guna menentukan skema terbaik yang dapat memberikan manfaat maksimal bagi daerah.
“Semua masih tergantung hasil diskusi lanjutan dengan pihak MBS. Tapi pada prinsipnya, peluang kerja sama itu sangat memungkinkan,” pungkasnya. (/ba)







