GARVI.ID, BALIKPAPAN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat sebanyak 20 kasus tanah longsor akibat intensitas hujan yang tinggi terjadi di Kota Balikpapan.
Kepala BPBD Kota Balikpapan, Usman Ali, mengingatkan warga untuk tetap waspada mengingat potensi longsor yang masih ada di beberapa kawasan. Empat lokasi yang berpotensi longsor diantaranya termasuk Prapatan, Gunung Sari, Jalan Soekarno-Hatta kilometer 6, dan Kariangau.
“Daerah Prapatan, Gunung Sari, dan beberapa titik di Balikpapan Utara memiliki potensi longsor. Secara umum, seluruh Kecamatan berpotensi mengalami longsor, terutama di sekitar kilometer 6 Jalan Soekarno-Hatta,” kata Usman saat diwawancarai oleh awak media, Sabtu (24/l8/2024).
Menurut Usman, BPBD tidak dapat memastikan titik longsor secara tepat karena kejadian longsor bergantung pada kondisi tanah dan intensitas hujan. Namun, sejauh ini, Kelurahan Prapatan di Kecamatan Balikpapan Kota, dan kawasan Gunung Sari di Kecamatan Balikpapan Tengah menunjukkan potensi longsor yang tinggi.
“Kami tidak bisa menentukan titik pasti karena harus mempertimbangkan kondisi kawasan yang ada. Jika hujan cukup tinggi, potensi longsor besar meningkat. Selama satu bulan terakhir, terjadi 20 kejadian longsor, dengan jumlah terbanyak di Prapatan dan Gunung Sari,” tambahnya.
Usman juga menyebutkan bahwa Pemkot Balikpapan akan segera memperbaiki fasilitas umum yang terdampak longsor. Sementara pihaknya tak henti-henti untuk mengimbau seluruh warga agar memantau kondisi lingkungan mereka selama hujan deras.
“Imbauan kami adalah jika terjadi hujan besar dan ada pergerakan tanah, warga harus mengungsi sementara dan segera menghubungi Lurah atau Camat setempat untuk penanganan,” jelasnya.
Pada 14 Agustus 2024 lalu, hujan deras di Kota Balikpapan menyebabkan longsor RT 38 Kelurahan Sepinggan, Kecamatan Balikpapan Selatan. Sedangkan yang terbaru adalah di Jalan Rohani, Kelurahan Karang, Kecamatan Balikpapan Tengah.
Tanah longsor menghantam dinding fondasi rumah warga di RT 53 Nomor 21 Kelurahan Karang Rejo pada 23 Agustus kemarin. (Adv/Diskominfo)













