Garvi.id, Balikpapan – Seorang pekerja bangunan ditemukan meninggal dunia gantung diri di sebuah rumah proyek di wilayah RT 59, Kelurahan Sumber Rejo, Balikpapan, pada Senin (26/1/2026) pagi.
Bhabinkamtibmas Kelurahan Sumber Rejo, Aipda Untung Basuki, mengatakan pihaknya menerima laporan awal dari Ketua RT setempat sekitar pukul 07.45 Wita.
“Saya mendapatkan informasi dari Ketua RT 59, Bapak Maulidan, bahwa di wilayahnya terjadi peristiwa gantung diri,” ujar Untung Basuki di lokasi kejadian.
Korban diketahui bekerja sebagai tukang bangunan di rumah tempat ia ditemukan meninggal dunia. Informasi tersebut diperoleh dari keterangan pemilik rumah.
“Dari keterangan pemilik rumah, yang bersangkutan bekerja membangun rumah tersebut,” jelas Untung.
Ketua RT 59 Kelurahan Sumber Rejo, Maulidan, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia mengaku menerima laporan dari pemilik proyek sekitar pukul 08.00 Wita.
“Sekitar jam delapanan saya dapat laporan dari yang punya proyek ini,” kata Maulidan.
Namun, Maulidan mengaku tidak mengetahui secara pasti identitas korban saat pertama kali menerima laporan. “Kalau siapa orangnya saya kurang tahu,” ujarnya.
Terkait kemungkinan adanya tanda-tanda kekerasan lain pada tubuh korban, pihak kepolisian belum dapat memberikan kesimpulan. Proses penanganan masih dilakukan oleh petugas kepolisian bersama tim Inafis.
“Saya belum berani menyimpulkan karena ini masih tahap penanganan dan penyidikan,” ujar Untung Basuki.
Selanjutnya, jenazah korban direncanakan akan dibawa ke Rumah Sakit Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan untuk keperluan pemeriksaan lebih lanjut.
“Sementara ini korban akan dibawa ke Rumah Sakit Kanujoso Balikpapan,” katanya.
Polisi juga memastikan identitas korban telah diketahui. Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan proses pemberitahuan kepada keluarga korban.
“Identitas korban sudah didapatkan, tinggal menyampaikan pemberitahuan kepada keluarga,” jelas Untung.
Diketahui, korban bukan warga setempat. Ia merupakan pendatang asal Malang, Jawa Timur, yang bekerja sebagai pekerja bangunan di wilayah tersebut.
“Korban bukan warga sini, berasal dari Malang dan statusnya pendatang,” pungkas Aipda Untung Basuki. (*)













