GARVI.ID, BALIKPAPAN – Kejuaraan Nasional (Kejurnas) GTX Motocross PUT 3 Regional Kalimantan di Sirkuit BMC Km 10, Jalan Soekarno-Hatta, Balikpapan, tidak hanya menjadi arena persaingan pembalap dari sejumlah daerah. Ajang tersebut juga menjadi momentum untuk mendorong pembinaan pembalap muda Kalimantan Timur.
Sejumlah pembalap Kaltim mampu menunjukkan performa kompetitif pada kelas yang dipertandingkan. Di kelas Open, pembalap tuan rumah Aldo Bilkis dari BMC Balikpapan Motocross Club keluar sebagai juara dengan 25 poin.
Posisi kedua ditempati Made Ony dari JR77 asal Bali dengan 22 poin. Sementara Raely Rajab dari KBY Sartika X Erick Buah, Kaltim, berada di peringkat ketiga dengan 20 poin.
Prestasi lainnya ditorehkan Rio Gilang Saputro dari GMA Samarinda. Ia menjadi juara kelas GTX Trail Tune Up 180 CC Pro dengan koleksi 50 poin.
Rio mengungguli Irwan Gemuruh dari Kalimantan Selatan yang membela Samurai MX Team Kaltim dengan 42 poin. Posisi ketiga ditempati Andi Idfian dari OBRT 148 IMI Buntok Barsel, Kaltim, dengan 36 poin.
Ketua Panitia Penyelenggara Kejurnas, H. Ahmad Rustam, menilai hasil tersebut menjadi modal positif bagi pengembangan olahraga motocross di daerah. Menurutnya, potensi pembalap lokal mulai terlihat dan perlu mendapatkan pembinaan berkelanjutan.
“Bibit-bibit pembalap mulai terlihat di Kaltim. Ini menjadi kewajiban kita untuk membina atlet-atlet yang ada di Kalimantan, khususnya Kalimantan Timur,” kata Ahmad.
Ia juga melihat Balikpapan memiliki sejumlah pembalap yang berpotensi dikembangkan untuk menghadapi persaingan pada level yang lebih tinggi.
“Balikpapan sudah kelihatan potensinya. Tentunya ini akan menjadi perhatian khusus agar mereka bisa bersaing dengan pembalap lainnya,” ujarnya.
Di luar persaingan di lintasan, pelaksanaan kejurnas juga mendapat respons positif dari masyarakat. Event tersebut menjadi salah satu hiburan bagi warga setelah kegiatan motocross di Balikpapan sempat vakum sekitar dua tahun.
Ahmad mengatakan jumlah penonton yang hadir menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap olahraga otomotif tersebut. Aktivitas ekonomi di sekitar arena juga ikut bergerak selama kegiatan berlangsung.
“Alhamdulillah tujuan kita tercapai. Selain adu kecepatan dan ketahanan mesin, tujuan utama kita juga menghibur masyarakat Kota Balikpapan,” katanya.
Menurut Ahmad, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang berjualan di sekitar lokasi turut merasakan dampak kegiatan. Layanan pemeriksaan kesehatan gratis yang disediakan panitia juga mendapat sambutan dari pengunjung.
“UMKM juga laku, tes kesehatan gratis juga banyak. Jadi kami sangat gembira karena apa yang kita harapkan bisa terwujud,” ujarnya.
Pelaksanaan kejurnas juga disebut berjalan aman hingga seluruh rangkaian kegiatan selesai. Panitia memastikan tidak terjadi insiden serius selama perlombaan.
“Yang tidak kalah penting, zero incident. Alhamdulillah tidak ada kendala dan semuanya sesuai rencana,” kata Ahmad.
Sementara itu, Irdam VI/Mulawarman Brigjen TNI Unang Sudargo mengatakan Kejurnas GTX Motocross tersebut digelar dalam rangka memperingati HUT ke-81 TNI sekaligus memperebutkan Piala Panglima TNI.
Menurut Unang, olahraga grasstrack dan motocross perlu terus dikembangkan agar semakin dikenal dan dapat diikuti masyarakat dari berbagai kalangan.
“Diharapkan olahraga ini semakin merakyat dan diikuti semua kalangan, bukan hanya anak muda,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan serupa dapat kembali digelar secara rutin di Balikpapan. Menurutnya, antusiasme masyarakat yang menyaksikan perlombaan menunjukkan olahraga otomotif masih memiliki daya tarik kuat.
“Ke depan saya berharap setiap tahun ada event grasstrack atau motocross yang dilaksanakan di Balikpapan,” kata Unang.
Selain menjadi ajang kompetisi, Unang menilai kegiatan tersebut memiliki nilai sosial karena mempertemukan TNI dengan masyarakat dalam suasana yang lebih dekat.
“Ini salah satu bentuk hiburan untuk masyarakat. Kami juga menjaga kerja sama dengan Haji Ahmad Rustam dan masyarakat untuk meningkatkan kemanunggalan TNI dan rakyat,” pungkasnya.
Panitia berencana kembali menggelar event otomotif pada Desember 2026 di kawasan Transat Km 8 Balikpapan. Agenda tersebut diharapkan menjadi bagian dari kesinambungan kompetisi sekaligus membuka ruang pembinaan bagi pembalap muda di Kalimantan Timur. (/*)
