GARVI.ID, BALIKPAPAN — Pemerintah Kota Balikpapan terus memperkuat upaya penanganan stunting melalui pemeriksaan lanjutan terhadap puluhan anak. Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan menggandeng RSUD Beriman untuk memeriksa 40 bayi dan balita yang terindikasi mengalami stunting.
Langkah ini merupakan tindak lanjut dari skrining awal yang sebelumnya dilakukan di sejumlah puskesmas. Dari hasil pemeriksaan dasar tersebut, anak-anak yang membutuhkan penanganan lebih lanjut kemudian dirujuk ke rumah sakit guna mendapatkan pemeriksaan yang lebih komprehensif.
Kepala DKK Balikpapan, Alwiati, mengatakan sinergi antara fasilitas kesehatan tingkat pertama dan rumah sakit menjadi bagian penting dalam memastikan penanganan stunting berjalan tepat sasaran.
“Sebanyak 40 bayi dan balita yang sebelumnya telah menjalani asesmen di puskesmas kini dirujuk ke RSUD Beriman untuk pemeriksaan lanjutan,” ujarnya, Senin (20/4/2026).
Ia menjelaskan, pemeriksaan di rumah sakit tidak hanya sebatas pemantauan pertumbuhan, tetapi juga untuk mengetahui kondisi kesehatan anak secara menyeluruh. Dengan begitu, setiap anak dapat memperoleh intervensi yang sesuai dengan kebutuhannya.
“Hasil pemeriksaan ini akan menjadi dasar untuk menentukan langkah penanganan berikutnya, termasuk pemeriksaan penunjang agar intervensinya lebih spesifik,” jelasnya.
Menurut Alwiati, pendekatan yang tepat sangat dibutuhkan dalam menangani stunting, mengingat setiap anak memiliki kondisi yang berbeda. Oleh karena itu, proses pemeriksaan lanjutan menjadi krusial sebelum intervensi dilakukan.
Selain itu, DKK Balikpapan juga memastikan bahwa anak-anak yang telah mengikuti pemeriksaan akan terus mendapatkan layanan kesehatan secara berkelanjutan. Hal ini penting agar proses pemulihan dapat berjalan optimal.
“Kami ingin seluruh anak ini tetap mendapatkan layanan lanjutan, sehingga penanganannya bisa lebih efektif dan tepat,” katanya.
Melalui langkah ini, DKK Balikpapan menegaskan komitmennya dalam menekan angka stunting dengan pendekatan yang menyeluruh. Upaya tersebut mencakup aspek promotif, preventif, kuratif, hingga rehabilitatif guna mendukung tumbuh kembang anak yang lebih baik di masa depan. (Adv/Diskominfo/Bpp)













