Pengendara Meradang, Mesin Mati Mendadak Usai Isi Pertamax di SPBU 

GARVI.ID, BALIKPAPAN – Sejumlah pengendara di Balikpapan mengeluhkan kendala pada kendaraan mereka setelah mengisi bahan bakar jenis Pertamax di beberapa SPBU. Masalah yang muncul beragam, mulai dari penurunan performa mesin hingga kendaraan yang tiba-tiba mati di tengah jalan.

Fredy Janu, salah satu pengendara yang terdampak, mengaku motornya sempat berjalan normal setelah mengisi Pertamax disalah satu SPBU Balikpapan. Namun, tidak lama kemudian, mesinnya mulai tersendat hingga akhirnya mati total.

“Awalnya mesin tersendat-sendat, lalu tiba-tiba mati. Setelah sempat menyala sebentar, motor akhirnya benar-benar mati dan tidak bisa dihidupkan lagi,” ujar Fredy, Sabtu (29/3). 

Fredy kemudian membawa motornya ke dealer resmi tempat ia membeli kendaraan tersebut dua bulan lalu. Setelah pemeriksaan awal, mekanik menemukan aki dalam kondisi longgar. Setelah diperbaiki, motor sempat berfungsi kembali.

Namun, dalam perjalanan pulang, motor Fredy kembali mati mendadak. Pihak dealer yang menerima laporan itu langsung menjemput motornya untuk pemeriksaan lebih lanjut. Dugaan awal mengarah pada masalah pada bahan bakar yang digunakan.

“Setelah dicek, pihak dealer menyampaikan bahwa ada beberapa pelanggan lain yang mengalami masalah serupa setelah mengisi Pertamax di SPBU tertentu,” ungkap Fredy.

Keluhan serupa juga dialami Fajar Mappa, seorang karyawan swasta. Fajar mulanya mengisi tangki motornya dengan Pertamax di satu SPBU, lalu setelah akan habis, Fajar melanjutkan dengan Pertamax Turbo di SPBU lain.

Saat pertama kali digunakan, motor masih berjalan normal. Namun, beberapa jam kemudian, sekitar pukul empat sore, mesin mulai tersendat dan akhirnya mati.

“Siangnya saya isi bensin, lalu sorenya motor mulai tersendat-sendat dan mati mendadak,” kata Fajar.

Setelah dibawa ke bengkel, mekanik membersihkan filter, injektor, dan manifold. Namun, masalah tidak juga teratasi. Setelah pemeriksaan lebih mendalam, mekanik menemukan fuel pump dalam kondisi kotor.

“Fuel pump-nya kotor dan tersumbat. Mekanik bilang harus diganti karena aliran bahan bakar jadi tidak lancar,” ungkap Fajar.

Fuel pump atau pompa bahan bakar berfungsi menyalurkan bahan bakar dari tangki ke mesin. Jika tersumbat, aliran bahan bakar terganggu, menyebabkan mesin kehilangan tenaga atau mati mendadak.

Fajar akhirnya terpaksa mengganti fuel pump dengan biaya Rp600 ribu, ditambah ongkos pembersihan injektor dan filter sekitar Rp50 ribu, serta biaya bongkar pasang Rp50 ribu. Total biaya perbaikan mencapai hampir Rp700 ribu.

“Pihak bengkel menyarankan agar saya menghindari penggunaan Pertamax untuk sementara waktu, sampai benar-benar dipastikan tidak ada masalah pada bahan bakarnya,” tambah Fajar.

Masalah ini ternyata telah ramai diperbincangkan di media sosial. Beberapa pengguna melaporkan mengalami kendala yang sama, khususnya setelah mengisi bahan bakar dari SPBU tertentu.

Menanggapi keluhan tersebut, Area Manager Communication, Relation & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Edi Mangun, menyatakan bahwa pihaknya sedang melakukan investigasi untuk menelusuri kemungkinan adanya masalah pada distribusi atau kualitas bahan bakar.

“Kami sedang menyelidiki di lapangan, terutama di SPBU yang dilaporkan bermasalah. Kami juga menelusuri jalur distribusi dari depot hingga ke SPBU untuk memastikan tidak ada masalah pada proses pengiriman,” jelas Edi.

Edi menegaskan bahwa setiap SPBU wajib melakukan pengujian kualitas bahan bakar sebelum menjualnya ke konsumen. Namun, untuk memastikan penyebab pasti dari gangguan ini, Pertamina masih menunggu hasil investigasi.

“Kami akan memberikan keterangan resmi setelah hasil investigasi selesai. Jika ditemukan adanya kelalaian atau masalah pada bahan bakar, kami akan mengambil tindakan tegas untuk menjaga kualitas produk kami,” tutupnya. (Adm) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *