GARVI.ID, BALIKPAPAN – Tim SAR Gabungan akhirnya menemukan penumpang Kapal Damai Lautan Nusantara (DLN) yang sebelumnya dilaporkan melompat di perairan Teluk Adang, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur pada Selasa (17/3/2026) malam. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia keesokan harinya.
Korban diketahui bernama Saiful Bakri (43), warga Desa Bunga Putih, Kecamatan Marang Kayu, Kabupaten Kutai Kartanegara. Ia ditemukan setelah Tim SAR melakukan pencarian intensif di sekitar lokasi kejadian.
Komandan Search and Rescue Unit (SRU), Bongga Losong, menjelaskan bahwa operasi pencarian dimulai sejak pagi hari dengan diawali briefing bagi seluruh personel yang terlibat.
“Tim melaksanakan briefing sekitar pukul 07.00 WITA sebelum bergerak menuju lokasi kejadian. Setelah tiba di lokasi pada pukul 10.00 WITA, tim langsung melakukan penyisiran di sekitar titik terakhir korban terlihat,” kata Bongga dalam keterangan tertulisnya, Rabu (18/3/2026).
Ia menjelaskan, pencarian dilakukan dengan menyisir area perairan hingga radius dua nautical mile dari lokasi kejadian perkara (LKP). Seluruh unsur SAR dikerahkan untuk mempercepat proses pencarian.
Hasilnya, sekitar pukul 11.00 WITA, korban berhasil ditemukan oleh tim gabungan. Posisi korban berada pada koordinat 01°48’445” S – 116°51’449” E atau sekitar 2,45 nautical mile dari titik awal kejadian.
“Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia sekitar 2,45 nautical mile dari lokasi kejadian. Setelah itu, tim langsung melakukan proses evakuasi,” ujarnya.
Jenazah korban kemudian dibawa menuju Pelabuhan Semayang Balikpapan menggunakan kapal tim SAR. Setibanya di pelabuhan sekitar pukul 13.30 WITA, jenazah langsung dipindahkan ke ambulans untuk dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Balikpapan guna penanganan lebih lanjut.
Dengan ditemukannya korban, Tim SAR Gabungan kemudian menggelar debriefing singkat pada pukul 13.45 WITA untuk mengevaluasi operasi yang telah dilaksanakan.
“Karena korban sudah ditemukan, operasi SAR kami usulkan untuk dihentikan. Seluruh personel yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing dengan tetap dalam kondisi siaga,” jelas Bongga.
Operasi pencarian ini melibatkan berbagai unsur, di antaranya Tim Rescue Kantor SAR Balikpapan, TNI AL, Polairud, BPBD, KSOP, serta sejumlah instansi terkait lainnya. Dalam operasi tersebut, tim juga didukung berbagai peralatan seperti rigid buoyancy boat (RBB), rescue car, peralatan SAR air, perlengkapan selam, alat komunikasi, hingga dukungan medis. (/*)













