Profil Dr. Ummi Sartika: Dari Cita-Cita Masa Kecil hingga Mengabdi di Layanan Primer

GARVI.ID, BALIKPAPAN — Dedikasi seorang dokter tidak hanya diukur dari lamanya bertugas, tetapi juga dari keteguhan hati menjalani profesi yang menuntut kesiapsiagaan tanpa batas waktu. Hal itu tercermin dalam perjalanan karier Dr. Ummi Sartika, dokter yang kini mengabdi di Puskesmas Sumber Rejo  Balikpapan Tengah sejak November 2023.

Sebelum bergabung di tempat tugasnya sekarang, dr.Ummi lebih dulu bertugas di Puskesmas Teritip (2019–2023). Ia mengakui setiap puskesmas memiliki karakteristik tantangan yang berbeda. Di Teritip, misalnya, ia harus menangani pasien dari daerah perbatasan dan menghadapi jumlah kunjungan yang jauh lebih tinggi. “Setiap lokasi punya dinamika sendiri. Kita harus siap beradaptasi,” ujarnya, Senin (17/11/2025). 

Perjalanan karier dr.Ummi dimulai jauh sebelum ia mengenakan jas putih. Lahir di Balikpapan, ia tumbuh dengan mimpi yang kerap berubah-ubah. Namun dorongan orang tua dan rasa kagumnya terhadap profesi dokter akhirnya menuntunnya memilih jalan pengabdian. “Melihat dokter bisa membantu orang kembali sehat, itu membuat saya ingin ikut memberi manfaat,” kenangnya.

Ia diterima sebagai mahasiswa kedokteran di Universitas Lambung Mangkurat (Unlam) Banjarmasin, angkatan 2004, setelah menjalani proses panjang sejak 1996—tahun yang menandai awal perjuangannya menghadapi berbagai ujian masuk. Lulus dan memulai karier, ia sempat bertugas di RSKD, Puskesmas Baru Ulu, dan Puskesmas Lamaru, sebelum penempatan terakhirnya saat ini.

Meski kini juga menjalani peran sebagai seorang ibu rumah tangga, dr.Ummi menegaskan bahwa profesi dokter menuntut kesiapan penuh waktu. “Tantangan menjadi dokter itu harus siap 24 jam. Istirahat kadang tidak bisa, apalagi kalau ada kasus darurat. Pasien bukan hanya milik keluarga, tapi tanggung jawab kita semua,” katanya.

Namun tantangan itu bukan tanpa bekal. Semasa kuliah, ia telah ditempa lewat kegiatan lapangan seperti KKN yang memperkenalkannya pada realitas sosial dan kesehatan masyarakat. “Di situ kita belajar bekerja di lapangan, bertemu banyak orang, dan jaringan pertemanan juga semakin luas,” tambahnya.

Bagi dr. Ummi, menjadi dokter bukan sekadar profesi, tetapi panggilan hidup. Sebuah perjalanan panjang yang ia jalani dengan rasa syukur—dan dengan satu tujuan yang tetap: membantu masyarakat hidup lebih sehat. (Adv/Puskesmas/Bpp)