GARVI.ID, BALIKPAPAN — Puskesmas Gunung Bahagia kembali membawa inovasi unggulan mereka, ‘Berkat Asri Mantap’, untuk bersaing di ajang penilaian inovasi tingkat Provinsi Kalimantan Timur tahun 2025. Program yang fokus pada pemberdayaan masyarakat melalui pengobatan tradisional dan akupresur ini akan dipresentasikan dalam pemaparan resmi pada Kamis, 20 November 2025.
Pelaksana inovasi, Katrin Pasaribu, menyampaikan bahwa persiapan menuju penilaian provinsi berjalan tanpa kendala berarti. Menurutnya, keberlanjutan program sejak 2023 membuat tim lebih percaya diri dalam pemaparan.
“Kami tidak terbebani persiapan khusus karena inovasi ini sudah berjalan lama. Tugas kami hanya menjelaskan apa yang selama ini sudah dikerjakan di masyarakat,” ujar Katrin.
Ia menambahkan bahwa sesi tanya jawab menjadi kesempatan bagi tim untuk menunjukkan kedalaman inovasi yang mereka jalankan.
“Nanti ada sesi tanya jawab, dan kami siap memaparkan program ini bersama-sama,” katanya.
Tingkatkan Jangkauan Melalui Platform Digital
‘Berkat Asri Mantap’ merupakan singkatan dari Pemberdayaan Masyarakat dalam Asuhan Mandiri, Pemanfaatan TOGA (Tanaman Obat Keluarga), dan Akupresur. Program ini menyasar warga serta kader di Kelurahan Sungai Nangka dan Gunung Bahagia. Namun berkat digitalisasi, jangkauannya kini meluas.
Katrin menjelaskan bahwa pihaknya menyediakan akses informasi digital yang memuat berbagai ramuan TOGA, panduan akupresur, hingga cara pemanfaatan tanaman obat untuk keluhan ringan.
“Informasi lengkap bisa diakses kapan pun. Masyarakat cukup membuka link yang tersedia, dan mereka bisa langsung praktik tanpa menunggu fasilitator,” jelasnya.
Berprestasi Hingga Tingkat Nasional
Program ini bukan pendatang baru di dunia kompetisi inovasi. Sebelumnya, ‘Berkat Asri Mantap’ menjadi nominasi tingkat nasional pada KIPP KemenPAN-RB, IGA Awards Kemendagri, dan kini masuk dalam ajang Pepes Ikan Peda di tingkat provinsi.
Katrin menegaskan bahwa keikutsertaan dalam kompetisi bukan hanya untuk meraih penghargaan, tetapi membuka peluang lebih besar bagi masyarakat.
“Harapan kami tentu mendapat hasil terbaik dan membawa nama baik Balikpapan. Tetapi yang paling penting, manfaat inovasi ini bisa dirasakan lebih luas,” ujarnya.
Dinkes Balikpapan Beri Dukungan Penuh
Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, Alwiati, memberikan apresiasi langsung terhadap inovasi ini. Ia menyatakan bahwa program tersebut sejalan dengan arah kebijakan kesehatan nasional.
“Puskesmas Gunung Bahagia sudah bergerak tepat. Pemberdayaan melalui obat tradisional dan akupresur ini merupakan bagian dari upaya kesehatan yang tercantum dalam UU Kesehatan Nomor 17 Tahun 2023,” ungkapnya.
Ia juga menilai inovasi ini dapat menjadi contoh bagi puskesmas lain di Balikpapan untuk mengembangkan program serupa.
“Inovasi seperti ini perlu ditularkan ke puskesmas lain. Gunung Bahagia sudah membuktikan diri dengan prestasi tingkat nasional, termasuk IGA Award,” tambahnya.
Dengan rekam jejak kuat dan dukungan penuh dari Dinas Kesehatan, Puskesmas Gunung Bahagia optimistis dapat kembali mengharumkan nama Balikpapan di tingkat provinsi. (/*)
