Temuan Kasus Positif Kanker Serviks di Karang Rejo Langsung Dirujuk ke Dokter Spesialis

GARVI.ID, BALIKPAPAN — Dari kegiatan skrining IVA Test dan HPV DNA yang digelar Puskesmas Karang Rejo bekerja sama dengan Yayasan Kanker Indonesia (YKI) pada 11 Oktober 2025, ditemukan satu kasus positif kanker serviks. Temuan ini menjadi bukti pentingnya deteksi dini di masyarakat.

Bidan Ratnawati menjelaskan pasien tersebut termasuk kategori lansia dan pemeriksaannya dilakukan atas inisiatif sendiri.

“Pasien ini memang tidak memiliki keluhan, tetapi bersedia mengikuti skrining. Begitu hasil menunjukkan indikasi kanker, langsung kami rujuk ke dokter spesialis kandungan untuk penanganan lebih lanjut,” ujarnya, Rabu (19/11/2025). 

Proses skrining diawali dengan IVA Test yang memeriksa kondisi serviks secara visual, disertai pemeriksaan HPV DNA untuk mendeteksi keberadaan virus penyebab kanker serviks. Spesimen yang diambil dikirim ke laboratorium Dinas Kesehatan untuk dianalisis secara lebih mendalam.

“Jika hasilnya positif, puskesmas memastikan pasien segera mendapatkan penanganan di rumah sakit. Langkah ini penting agar pasien bisa menerima tindakan medis tepat waktu,” tambah Ratnawati.

Ratnawati juga menekankan bahwa minat masyarakat Karang Rejo untuk mengikuti skrining masih rendah, terutama di kalangan lansia. Meski demikian, kader kesehatan terus memotivasi warga untuk peduli terhadap kesehatan reproduksi mereka.

“Kami mendata peserta melalui kader. Peserta yang ingin skrining mendaftar sukarela. Kesadaran masyarakat untuk melakukan deteksi dini harus terus ditingkatkan,” ujarnya.

Puskesmas menegaskan perannya hanya untuk screening awal, sedangkan diagnosis akhir dan tindakan medis berada di tangan dokter spesialis. Dengan program ini, Puskesmas Karang Rejo berharap masyarakat lebih waspada terhadap kanker serviks dan melakukan pemeriksaan rutin.

“Kami berharap melalui deteksi dini, kasus kanker bisa ditangani lebih cepat dan angka kematian akibat penyakit ini bisa ditekan,” tutup Ratnawati.

Kegiatan ini menunjukkan pentingnya kolaborasi antara puskesmas, yayasan kesehatan, dan laboratorium pihak ketiga untuk meningkatkan kualitas layanan preventif di masyarakat. (Adv/Puskesmas/Bpp)