GARVI.ID, BALIKPAPAN – Puskesmas Karang Jati mengingatkan warga agar ibu hamil merencanakan persalinan di tenaga kesehatan profesional. Masih ditemukan kasus ibu bersalin di dukun beranak, yang berisiko komplikasi serius.
“Jangan sampai ada ibu hamil melahirkan di dukun beranak. Kalau ada ibu hamil di lingkungan, tanyakan rencana persalinannya. Anjurkan ke rumah sakit atau bidan praktik swasta,” kata dr. Niken Dayu Anggraini, Kepala UPTD Puskesmas Karang Jati, Senin (24/11/2025).
Selain persalinan, Puskesmas menyoroti kebutuhan penguatan kader posyandu. Saat ini jumlah kader terbatas, sehingga pelayanan balita dan ibu hamil belum maksimal. Puskesmas berencana menambah kader dan membuat jadwal tim keliling agar layanan lebih merata.
“Dengan posyandu yang terintegrasi, kita bisa melakukan pemeriksaan balita, lansia, dan screening penyakit tidak menular secara bersamaan. Ini juga membantu deteksi dini penyakit seperti TB atau hipertensi,” jelas dr. Niken.
Peran RT, RW, dan tokoh masyarakat sangat penting untuk menggerakkan kegiatan posyandu. Warga yang menunjukkan gejala penyakit menular dianjurkan segera ke puskesmas, tanpa takut biaya.
“Kita berharap dengan peran aktif masyarakat, pelayanan posyandu dan puskesmas bisa maksimal. Semua warga berhak mendapatkan layanan kesehatan, termasuk cek kesehatan gratis,” tutup dr. Niken. (Adv/Puskesmas/Bpp)










