GARVI.ID, BALIKPAPAN — Puskesmas Karang Rejo menggelar tes kebugaran pegawai di kawasan Grand City Balikpapan pada Jumat (28/11/2025). Kegiatan ini dilakukan sebagai bagian dari evaluasi rutin untuk memastikan seluruh tenaga kesehatan tetap dalam kondisi prima.
Kepala UPTD Puskesmas Karang Rejo, drg. Farida, menyampaikan bahwa tes kebugaran sejatinya merupakan program wajib minimal setahun sekali. Namun, pihaknya meningkatkan frekuensi menjadi dua kali per semester agar pemantauan kondisi fisik pegawai lebih optimal.
“Tes kebugaran ini kami hubungkan dengan aplikasi SIBGAR dari Kementerian Kesehatan untuk melihat kondisi kebugaran pegawai secara lebih terukur,” jelas drg. Farida.
Melalui aplikasi tersebut, setiap pegawai wajib mengisi data dasar, riwayat penyakit, serta data penunjang lain. Aplikasi akan menentukan apakah pegawai dapat mengikuti tes kebugaran dan mengolah hasil sesuai usia serta waktu tempuh.
“Nanti terlihat apakah seorang pegawai masuk kategori bugar, cukup bugar, atau belum bugar. Data ini menjadi evaluasi apakah kondisi mereka lebih baik, tetap, atau menurun dibanding tahun sebelumnya,” tambahnya.
Tes kebugaran yang dilakukan meliputi jalan ringan dan lari sepanjang 1,6 kilometer, disesuaikan dengan kemampuan masing-masing peserta. Hasil penilaian serta rekomendasi kesehatan langsung muncul melalui aplikasi di ponsel tiap pegawai.
Menurut Farida, kebugaran fisik sangat penting bagi tenaga kesehatan yang bertugas sejak pagi hingga sore serta berisiko terpapar berbagai penyakit.
“Pegawai kesehatan harus tetap fit agar pelayanan ke masyarakat tidak terkendala. Itu sebabnya evaluasi kebugaran seperti ini sangat diperlukan,” tegasnya.
Kegiatan ini diharapkan dapat membantu pegawai Puskesmas Karang Rejo menjaga kesehatan secara konsisten dan siap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. (Adv/Puskesmas/Bpp)












