GARVI.ID, BALIKPAPAN- Meski bekerja di ruangan yang masih terbatas, Rizkyka Rumengan, Pranata Laboratorium Kesehatan Puskesmas Sumber Rejo, menegaskan bahwa mutu pelayanan tetap menjadi prioritas utama bagi tenaga laboratorium. Kondisi ruangan yang belum ideal itu tidak hanya mempengaruhi kenyamanan kerja, tetapi juga berdampak pada pengembangan peralatan laboratorium.
“Tahun 2024 kami sempat menerima alat fotometer yang bisa digunakan untuk pemeriksaan fungsi hati, ginjal, dan kolesterol. Namun karena ruangan lab sempit dan tidak memadai, alat itu harus ditarik kembali,” jelasnya, Sabtu (22/11/2025).
Ia menambahkan bahwa alat otomatis membutuhkan suhu yang stabil serta dukungan kelistrikan yang baik agar hasil pemeriksaannya akurat dan konsisten.
Selain keterbatasan ruang, tantangan lain yang kerap ditemui adalah proses pengambilan sampel pada anak. “Sebagian besar anak menangis saat akan diambil darah. Dibutuhkan kesabaran dan teknik agar mereka tetap merasa aman,” katanya. Untuk itu, komunikasi yang lembut dan pendekatan persuasif menjadi bagian penting dalam pelayanan.
Walaupun menghadapi berbagai keterbatasan, laboratorium tetap menjunjung tinggi standar mutu melalui penerapan Good Laboratory Practice (GLP) dan Total Quality Management. Setiap pemeriksaan dilakukan dengan memperhatikan kualitas reagen, teknik sampling yang benar, pemantapan mutu internal, serta validasi hasil sebelum diserahkan ke poli perujuk.
Laboratorium Puskesmas Sumber Rejo juga telah menerapkan digitalisasi melalui e-Puskesmas, sehingga alur pemeriksaan menjadi lebih efisien dan hasil bisa langsung dibaca oleh dokter yang menangani.
Rizkyka berharap ke depan ada perhatian untuk peningkatan fasilitas laboratorium agar pelayanan dapat semakin berkembang. “Kami ingin memberikan layanan yang lebih lengkap. Tapi itu membutuhkan ruang yang memadai,” ujarnya.
Ia pun berpesan kepada masyarakat untuk tidak takut menjalani pemeriksaan laboratorium. “Deteksi dini itu penting. Jangan menunda,” tutupnya. (Adv/Puskesmas/Bpp)
