GARVI.ID, BALIKPAPAN – Kawasan Kota Tua di Balikpapan Barat kini menjelma menjadi pusat kuliner dan kegiatan UMKM yang ramai dikunjungi warga. Program ini digagas oleh Anggota Komisi II DPRD Balikpapan dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Taufik Qul Rahman, yang juga menjabat Ketua LPM Kelurahan Baru Ilir.
Wisata kuliner tersebut telah berjalan hampir empat tahun. Menurut Taufik, kegiatan ini berawal dari niat untuk menggerakkan ekonomi warga melalui jalur UMKM.
“Visi kami sederhana tapi berdampak. Kami ingin masyarakat bisa hidup dari hasil usahanya sendiri. Saya lahir dari keluarga pedagang, jadi paham betul bagaimana ekonomi rakyat bisa tumbuh dari bawah,” ujarnya, Senin (20/10/2025).
Ia menuturkan, kawasan Balikpapan Barat merupakan wilayah bersejarah yang pernah menjadi pusat perdagangan pada masa awal berdirinya kota. “Dulu kapal-kapal asing dan kapal rempah berlabuh di sini. Aktivitas niaga terjadi setiap hari, dan itu bagian dari sejarah Balikpapan,” jelasnya.
Melalui pengembangan wisata kuliner di Plaza Kebun Sayur, kawasan yang dulu sepi kini kembali hidup. Kafe dan pedagang kuliner tumbuh pesat, sementara warga mulai menikmati manfaat ekonomi dari kegiatan tersebut.
“Dulu Plaza Kebun Sayur mati, sekarang ramai lagi. Ada kafe, ada pedagang, suasananya hidup. Semua berawal dari kita membangun sentrumnya di wisata kuliner ini,” ujar Taufik.
Saat ini, terdapat sekitar 170 pelaku UMKM di wilayah Baru Ilir, dan 27 di antaranya menempati area wisata kuliner utama. Ia menilai kolaborasi antara warga dan pemerintah perlu terus diperkuat agar dampak ekonomi semakin besar.
“Kalau UMKM maju, ekonomi masyarakat ikut bergerak. Ini bukan sekadar tempat berjualan, tapi simbol kebangkitan ekonomi rakyat di Kota Tua,” tegasnya.
Ke depan, Taufik berharap kawasan ini dapat menjadi ikon wisata ekonomi kreatif Balikpapan Barat. “Kita ingin Kota Tua menjadi wajah baru Balikpapan, tempat sejarah dan ekonomi berjalan berdampingan,” pungkasnya. (Adv/DPRD/Bpp)











