Warga Sumber Rejo Diminta Waspada DBD, 25 Kasus Tercatat Sepanjang 2025

GARVI.ID, BALIKPAPAN – Meski kasus demam berdarah dengue (DBD) terus ditekan, penyakit ini masih menjadi ancaman serius bagi warga Kota Balikpapan. Hingga November 2025, Kelurahan Sumber Rejo, Kecamatan Balikpapan Tengah, mencatat 25 kasus DBD, seluruhnya memang telah sembuh, namun petugas kesehatan mengingatkan agar masyarakat tetap waspada.

Hal itu disampaikan Haslinda S. Manabung, Sanitarian Penyelia Puskesmas Sumber Rejo, saat memberikan penyuluhan kepada warga di RT 014, Jalan Pangeran Antasari No. 35, Rabu (12/11/2025).

“DBD ini seperti tidak pernah benar-benar hilang. Nyamuknya bisa terus berkembang di sekitar rumah kalau kita lengah menjaga kebersihan,” ujarnya.

Haslinda menjelaskan, nyamuk Aedes aegypti sebagai penyebab utama DBD justru berkembang biak di air bersih yang tergenang dan tidak bersentuhan langsung dengan tanah.

“Biasanya jentik ditemukan di bak mandi, drum, tandon, bahkan wadah kecil seperti pot bunga atau kaleng bekas. Kadang kita tidak sadar, di tempat itulah sumber penyakitnya,” terangnya.

Meskipun saat ini RT 14 belum ada kasus aktif, potensi penularan tetap tinggi karena nyamuk penyebab DBD dapat terbang hingga radius 200 meter. Karena itu, ia menekankan pentingnya peran warga dalam menjaga lingkungan melalui gerakan 3M Plus — menguras, menutup, mengubur wadah air, serta menabur abate di tempat penampungan.

“Pencegahan paling efektif itu dimulai dari rumah. Jangan tunggu petugas datang baru membersihkan,” tegasnya.

Menurut Haslinda, edukasi langsung seperti ini menjadi bagian dari program rutin Puskesmas untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap penyakit menular. Ia berharap, warga bisa memahami bahwa pemberantasan DBD bukan hanya tugas tenaga kesehatan, tapi tanggung jawab bersama.

“Kami ingin masyarakat sadar, kesehatan lingkungan itu kuncinya. Kalau lingkungan bersih, nyamuk pun tidak punya tempat berkembang,” ujarnya.

Selain menjaga kebersihan, Haslinda juga berpesan agar para orang tua lebih peka terhadap tanda-tanda awal DBD pada anak.

“Kalau anak tampak lemas, demam tinggi, tidak mau makan, atau aktivitasnya menurun, segera periksa ke fasilitas kesehatan. Jangan tunggu parah dulu,” imbaunya. (Adv/Puskesmas/Bpp)