GARVI.ID, BALIKPAPAN – Ketua Komisi III DPRD Balikpapan, Yusri, mengajak masyarakat untuk memanfaatkan bulan suci Ramadan sebagai kesempatan untuk refleksi dan peningkatan kualitas diri yang berkelanjutan, tidak hanya terbatas pada satu bulan saja, tetapi sepanjang tahun. Hal tersebut disampaikan dalam diskusi persiapan menghadapi Ramadan di kantor DPRD Balikpapan, Selasa (25/2/2025).
“Ramadan bukan hanya sekadar momen ibadah tahunan, tapi harus menjadi madrasah atau sekolah kehidupan yang membentuk kebiasaan baik bagi kita semua,” ujar Yusri.
Lebih lanjut, Yusri mengingatkan bahwa selain menjalankan kewajiban berpuasa dan ibadah lainnya, Ramadan harus dimanfaatkan sebagai waktu untuk meningkatkan kesadaran sosial, mempererat hubungan dengan keluarga, dan memperkuat solidaritas dengan masyarakat.
“Ramadan seharusnya menjadi wadah bagi kita untuk lebih peduli terhadap sesama, memperkuat ukhuwah Islamiyah, dan meningkatkan kepedulian sosial. Ibadah kita harus lebih dari sekadar ritual, tetapi juga berdampak pada kehidupan sehari-hari,” tambahnya.
Yusri juga menekankan bahwa semangat ibadah dan kebaikan yang dijalankan selama Ramadan seharusnya menjadi tolok ukur kehidupan setelahnya. Ia mengingatkan agar kebiasaan baik yang terbentuk selama Ramadan dapat diteruskan meskipun bulan suci itu telah berakhir.
“Setelah Ramadan berakhir, kita harus tetap istiqomah dalam kebaikan. Nilai-nilai yang kita jalani selama Ramadan harus tetap melekat dalam kehidupan sehari-hari. Jangan sampai kita hanya baik saat Ramadan, tetapi kembali ke kebiasaan lama setelahnya,” tegasnya.
Selain itu, Yusri menyoroti pentingnya Ramadan sebagai waktu untuk introspeksi diri, baik dalam kehidupan pribadi maupun sosial. Ia berharap bulan suci ini dapat menjadi ajang evaluasi bagi pemerintah dan masyarakat untuk meningkatkan pelayanan dan kepedulian terhadap sesama.
“Kita ingin Ramadan ini tidak hanya menjadi momen spiritual, tetapi juga menjadi pendorong untuk kita semua menjadi lebih baik dalam segala aspek, termasuk dalam pelayanan kepada masyarakat dan solidaritas sosial,” pungkasnya.
Dengan menjadikan Ramadan sebagai madrasah yang berkelanjutan, Yusri berharap nilai-nilai kebaikan, kedisiplinan, dan kepedulian yang dipupuk selama bulan suci ini dapat terus terjaga sepanjang tahun, memberikan dampak positif bagi kehidupan masyarakat secara keseluruhan. (Adv/DPRD/BPP)












