Agen Pegadaian di Balikpapan: Peluang Baru Meningkatkan Pendapatan Warga dan Mendorong Ekonomi Lokal

GARVI.ID, BALIKPAPAN – PT Pegadaian Area Balikpapan terus mengembangkan program agen Pegadaian sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Untuk mengoptimalkan program tersebut, PT Pegadaian Area Balikpapan menggelar acara Gathering Agen yang bertema “Siap Akselerasi Untuk Tingkatkan Transaksi” di Hotel Golden Tulip, Balikpapan.

Acara ini dihadiri oleh para agen dari berbagai daerah seperti Balikpapan, Penajam, dan Paser. Hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Divisi Hubungan Kelembagaan PT Pegadaian, Nyoto Margono, serta Deputi PT Pegadaian Area Balikpapan, Ichvan Ramdhani.

Dalam acara ini, sejumlah agen berbagi pengalaman mereka sebagai mitra Pegadaian. Noormayanti, agen Pegadaian dari UPC Ringroad yang telah bergabung selama tiga tahun, menjelaskan bahwa menjadi agen Pegadaian cukup mudah dan terbuka bagi semua kalangan. “Kalau mau jadi agen, daftar bisa melalui online, kemudian ke outlet, semuanya gratis tanpa biaya. Untuk jadi agen, seluruh kalangan bisa, tak perlu berlatar belakang pengusaha, ibu rumah tangga pun bisa,” ungkap Noormayanti.

PT Pegadaian Area Balikpapan sendiri mencatat sudah memiliki sekitar 2.000 agen di wilayah Balikpapan, Penajam, dan Paser. Selain mendapatkan komisi, para agen juga berkesempatan meraih penghargaan “Champion Agen” yang menawarkan benefit tambahan, seperti status membership platinum yang memberikan tambahan fee hingga 0,475 persen dari jumlah kredit yang disalurkan (OSL) per bulan, ketika target tertentu terpenuhi.

“Kami memberikan reward yang menarik bagi para agen berprestasi melalui sistem membership, selain fee dari setiap transaksi. Jika agen berhasil mencapai target tertentu, ada tambahan fee bulanan dari transaksi yang mereka lakukan,” kata Assisten Manager Area Balikpapan, Wira Tungky Ariwibowo.

Wira juga menambahkan bahwa PT Pegadaian menjamin keamanan dalam proses transaksi agen. Barang milik nasabah terlebih dahulu diserahkan sebelum pencairan, dan akun e-wallet agen diblokir untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Sistem keamanan yang ketat ini memberikan rasa aman bagi agen dalam menjalankan perannya sebagai perantara Pegadaian.

“Selain layanan gadai, para agen juga berperan dalam penyediaan layanan Multi Payment Online (MPO) atau pembayaran berbagai tagihan online, yang terus dikembangkan oleh PT Pegadaian untuk memudahkan akses layanan keuangan bagi masyarakat,” pungkasnya.

Agen Pegadaian merupakan garda penting bagi Pegadaian dalam memberikan solusi keuangan bagi seluruh lapisan Masyarakat. Agen Pegadaian yang hadir di berbagai wilayah merupakan kepanjangan tangan kantor Pegadaian. Karena itu, keberadaan Agen Pegadaian telah berkontribusi besar dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di tengah masyarakat. (*)