GARVI.ID, BALIKPAPAN – Kepemilikan saham Persiba Balikpapan kembali menuai perhatian. Hingga kini, klub kebanggaan warga Kota Minyak itu belum sepenuhnya dikuasai putra daerah. Seluruh saham justru berada di tangan pihak luar.
Pembina Persiba yang juga Ketua DPRD Balikpapan, Alwi Al Qadri, mengaku khawatir kondisi tersebut bisa membuka peluang Persiba dijual keluar daerah.
“Balikpapan sama sekali tidak punya saham Persiba. Dulu saya dijanjikan 30 persen saat masih di Liga 3, bahkan sempat 50 persen ketika awal kompetisi. Nyatanya, sampai sekarang satu persen pun tidak ada di tangan kita,” ujar Alwi, Kamis (21/8/2025).
Alwi menegaskan, keterlibatan dirinya maupun Wali Kota Rahmad Mas’ud tidak didorong kepentingan bisnis. Menurutnya, ini soal menjaga identitas klub agar tetap berakar di Balikpapan.
“Kalau ada orang Balikpapan yang punya saham, klub tidak bisa seenaknya dijual. Sepak bola bukan soal untung-rugi. Semua orang tahu, yang ada hanya biaya besar. Tapi ini tanggung jawab moral,” tegasnya.
Ia menambahkan, pihaknya sebenarnya siap membeli saham Persiba bila memang dilepas. “Asal harganya masuk akal. Tidak harus gratis, tapi jangan juga minta yang tidak wajar,” katanya.
Alwi mengingatkan bahwa dirinya dan Rahmad Mas’ud sudah lama bersama Persiba, jauh sebelum terjun ke dunia politik. Ia pernah mengurus tim junior U21 dan U19, bahkan sempat menjadi manajer tim senior di era pelatih Salahudin.
“Saya sudah bersama Persiba sejak sebelum jadi anggota dewan. Pak Rahmad pun sebelum jadi wali kota pernah jadi manajer Persiba lebih dari sepuluh tahun lalu. Jadi jangan dikaitkan dengan politik. Ini murni karena cinta Persiba,” jelasnya.
Meski urusan saham masih buntu, Alwi menegaskan dukungannya pada tim. Ia memastikan kebutuhan tim, mulai latihan hingga akomodasi, tetap dipenuhi bersama pihak-pihak yang peduli.
“Saya selalu pantau kondisi tim. Harapan saya jelas, Persiba bisa naik kasta dan kembali ke Liga 1,” pungkasnya. (/*)
