GARVI.ID, BALIKPAPAN – Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, menegaskan bahwa penanggulangan banjir dan peningkatan pelayanan air bersih akan menjadi fokus utama dalam masa kepemimpinannya bersama Wali Kota Rahmad Mas’ud.
“Janji politik kami harus direalisasikan. Program yang sudah berjalan dengan baik akan kami tingkatkan, sementara yang masih perlu perbaikan akan kami optimalkan,” ujar Bagus dalam wawancara pada Selasa (4/3/2025).
Pada minggu pertama menjabat, Bagus langsung melakukan orientasi dengan mengunjungi seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Hal ini dilakukan untuk mengevaluasi program-program yang telah berjalan serta mengidentifikasi area yang membutuhkan perhatian lebih.
“Saya ingin memahami langsung apa saja yang sudah dilakukan dan apa yang masih harus kita kejar. Pemerintah kota ini bukan hanya tugas wali kota dan wakil wali kota, tapi juga butuh dukungan dari masyarakat,” lanjutnya.
Bagus juga menekankan pentingnya persatuan dan kerja sama antara pemerintah dan masyarakat dalam membangun Balikpapan. Ia mengajak warga untuk memberikan kritik yang konstruktif dan berfokus pada solusi, bukan sekadar mencela.
“Kritik itu perlu, tapi yang membangun. Kita butuh kebersamaan dan solusi dalam setiap permasalahan. Kita harus bersatu agar Balikpapan semakin maju, sejalan dengan visi pembangunan nasional,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bagus juga menyampaikan beberapa pekerjaan rumah (PR) yang harus segera diselesaikan oleh pemerintah kota. Di antaranya, penanggulangan banjir, pengelolaan air bersih yang merata, penataan kemacetan, serta penataan kota agar lebih indah dan nyaman untuk dihuni.
“PR terbesar kita adalah mengatasi banjir agar tidak terjadi lagi. Kemudian, pelayanan air bersih harus bisa menjangkau seluruh masyarakat Balikpapan. Kami juga perlu menertibkan pendatang baru dan mengatur kemacetan, serta memperindah kota,” tambahnya.
Selain itu, Bagus menyampaikan arahan Presiden RI Prabowo Subianto terkait pengelolaan anggaran daerah, yang mengharuskan pemerintah kota melakukan efisiensi dalam belanja, seperti mengurangi biaya perjalanan dinas (SPPD), seminar, dan pengeluaran lainnya yang tidak mendesak. Ia menegaskan bahwa anggaran harus diprioritaskan untuk program-program yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.
Salah satu program prioritas yang akan segera dipercepat adalah Makanan Bergizi Gratis (MPG), yang merupakan kebijakan pemerintah pusat. Program ini akan melibatkan pihak swasta dan didanai dengan anggaran dari pemerintah pusat, bukan dari APBD Balikpapan.
“MPG ini akan kita percepat lagi. Memang karena ini program baru, ada proses adaptasi. Tapi yang jelas, kita diwajibkan untuk menjalankannya,” tegas Bagus.
Bagus menutup pernyataannya dengan memastikan bahwa Pemkot Balikpapan akan terus mengawal berbagai program prioritas agar berjalan efektif dan memberikan manfaat bagi masyarakat. (Adv/Diskominfo/Bpp)









