GARVI.ID, BALIKPAPAN – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto menyebut luas lahan yang terbakar akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Timur telah mencapai lebih dari 4.000 hektare hingga Senin (14/9/2026).
Suharyanto menyampaikan hal tersebut saat meninjau langsung penanganan karhutla di Bukit Tengkorak, Desa Sidomulyo, kawasan Tahura Bukit Soeharto, bersama Menteri Kehutanan RI Raja Juli Antoni, Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) Basuki Hadimuljono, Kapolda Kaltim, dan Pangdam VI/Mulawarman, Senin (14/9/2026).
Menurut Suharyanto, kondisi karhutla di Kaltim relatif lebih baik dibandingkan Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan. Ketiga provinsi tersebut setiap tahun menghadapi karhutla dengan luasan yang lebih besar.
“Hingga hari ini sudah terdapat lebih dari 4.000 hektare yang terbakar di Kaltim. Kemarin ada sekitar 700 hektare lebih yang bisa dipadamkan oleh Satgas Udara dan Darat. Hari ini sedang memadamkan sekitar 300 hektare di seluruh Kaltim,” kata Suharyanto.
Dari sekitar 300 hektare yang masih dalam penanganan, sebagian berada di kawasan IKN. Terdapat empat titik yang masih dilakukan pemadaman.
Suharyanto menegaskan, kawasan IKN menjadi prioritas penanganan karhutla karena merupakan objek vital dan mendapat arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto.
“Semua kekuatan dikerahkan. Di tengah musim kemarau, titik berat pemadaman adalah operasi darat,” ujarnya.
Ribuan personel gabungan telah dikerahkan untuk menangani karhutla di kawasan IKN. Mereka terdiri dari OIKN, BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api, serta masyarakat.
Suharyanto juga optimistis penanganan karhutla di Kaltim dapat dilakukan dengan baik. Salah satu faktor pendukungnya, sebagian besar wilayah yang terbakar bukan merupakan lahan gambut.
“Kebakaran di Kaltim ini bukan lahan gambut, sehingga kondisinya lebih baik dibandingkan provinsi lainnya. Indikasinya adalah cuaca dan udara di sini tidak berkabut,” katanya.
Sementara itu, Kepala OIKN Basuki Hadimuljono mengatakan, dari total sekitar 671 hektare kawasan yang terbakar di wilayah IKN, sekitar 460 hektare berada di kawasan Tahura Bukit Soeharto, termasuk Bukit Tengkorak.
Menurut Basuki, kawasan yang memiliki lahan gambut berada di Wonotirto dengan luas sekitar 163 hektare. Saat ini, area tersebut masih dalam proses pendinginan dan pembasahan.
Basuki memastikan lokasi karhutla berjarak sekitar 20 hingga 30 kilometer dari pusat IKN. Karena itu, ia optimistis kebakaran tidak akan merambat hingga Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP).
“Jaraknya dari pusat IKN sekitar 20 sampai 30 kilometer, sehingga insyaallah tidak akan sampai Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) seperti yang dikhawatirkan Bapak Presiden,” ujar Basuki.
Selain pemadaman, OIKN bersama TNI dan Polri juga melakukan penyuluhan Pembukaan Lahan Tanpa Bakar (PLTB). Sekitar 100 petani telah dilatih untuk membuka lahan tanpa menggunakan metode pembakaran.
Patroli juga terus dilakukan untuk mencegah munculnya titik api baru. Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) turut dijalankan dengan berkoordinasi bersama BMKG.
Basuki menambahkan, kawasan yang telah terbakar akan direhabilitasi dan ditanami kembali. Langkah tersebut dilakukan sejalan dengan komitmen IKN sebagai forest city.
“Wilayah yang telah terbakar akan direhabilitasi dan ditanami kembali sambil melarang pembakaran, selaras dengan komitmen IKN sebagai forest city,” pungkasnya. (/*)













