GARVI.ID, BALIKPAPAN – Dinas Sosial (Dinsos) Kota Balikpapan mencatat sebanyak 16 orang terlantar mendapatkan pelayanan di rumah penampungan menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Seluruhnya telah dipulangkan ke daerah asal masing-masing melalui jalur laut menuju Surabaya.
Kepala Dinas Sosial Kota Balikpapan, Edy Gunawan, mengatakan para warga terlantar tersebut berasal dari berbagai daerah di Indonesia dan sebagian besar merupakan pekerja yang mengalami kendala saat berada di Kalimantan Timur.
“Sepekan menjelang Idulfitri, tepatnya hingga Kamis 19 Maret 2026, terdapat 16 orang terlantar yang mendapatkan pelayanan di rumah penampungan. Mereka kemudian difasilitasi untuk kembali ke daerah asal masing-masing,” ujar Edy, Kamis (19/3/2026).
Ia merinci, 16 orang tersebut terdiri dari satu orang asal Kabupaten Banyuwangi, satu orang asal Kabupaten Kediri, lima orang asal Kabupaten Bandung Barat, lima orang asal Kabupaten Malang, tiga orang asal Kabupaten Nganjuk, serta satu orang asal Lombok Tengah.
Salah satu kasus yang ditangani Dinsos Balikpapan melibatkan lima orang pekerja asal Kabupaten Malang yang sebelumnya bekerja di proyek perumahan di daerah Bengalon selama sekitar dua bulan. Namun, mereka tidak menerima upah setelah mandor proyek diduga membawa kabur uang mereka.
Akibat kondisi tersebut, kelima pekerja tersebut memutuskan untuk pulang kampung. Mereka sempat membeli tiket kapal laut milik PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) secara daring pada 14 Maret 2026. Namun saat hendak melakukan proses check-in di Balikpapan, tiket yang mereka miliki ternyata tidak valid atau tiket bodong.
“Kelimanya sempat melapor ke Polsek KP3 Balikpapan. Selanjutnya mereka diarahkan ke Satpol PP dan kemudian diantar ke rumah penampungan milik Dinas Sosial,” jelas Edy.
Karena keterbatasan bantuan yang dapat diberikan, para pekerja tersebut akhirnya menghubungi keluarga untuk membantu biaya kepulangan. Pada 17 Maret 2026, kelima orang tersebut akhirnya diberangkatkan menuju Surabaya menggunakan kapal laut dengan biaya mandiri.
Dinsos Balikpapan juga mencatat bahwa biaya pemulangan para warga terlantar tersebut berasal dari berbagai sumber. Dua orang asal Banyuwangi dan Kediri memperoleh tiket mudik gratis, lima orang asal Bandung Barat dibantu oleh mandor tempat mereka bekerja, sementara tiga orang asal Nganjuk dibiayai oleh Dinsos Provinsi Kalimantan Timur.
Sementara itu, satu orang asal Lombok Tengah dipulangkan menggunakan bantuan dari Dinsos Kota Balikpapan.
Edy menegaskan pihaknya akan terus memberikan pelayanan bagi warga terlantar yang membutuhkan bantuan selama berada di Balikpapan, terutama menjelang momen hari besar seperti Idulfitri.
“Kami berupaya memberikan penanganan semaksimal mungkin bagi warga yang terlantar agar mereka dapat kembali ke daerah asal dengan aman,” pungkasnya. (Adv/Diskominfo/Bpp)








