GARVI.ID, BALIKPAPAN – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Balikpapan mulai menguji sistem CCTV terintegrasi di tujuh sekolah sebagai langkah awal penguatan digitalisasi pendidikan. Program ini masih berstatus pilot project sebelum diterapkan secara menyeluruh.
Kepala Disdik Balikpapan, Irfan Taufik, menjelaskan tujuh sekolah tersebut terdiri dari empat Sekolah Dasar (SD) dan tiga Sekolah Menengah Pertama (SMP). Sistem ditargetkan berjalan efektif pada 2026 setelah seluruh perangkat dan infrastruktur pendukung rampung.
“Ini masih tahap uji coba di tujuh sekolah. Kami ingin memastikan sistemnya benar-benar efektif sebelum diperluas,” ujar Irfan, Rabu (25/2/2026).
Melalui sistem ini, orang tua dapat memantau aktivitas anaknya di sekolah secara daring. Akses diberikan menggunakan Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) dan kata sandi yang terdaftar. Namun, akses hanya difokuskan pada kamera di dalam ruang kelas.
“Yang bisa diakses orang tua adalah kamera di ruang kelas. Area lain tetap diawasi, tapi tidak dibuka untuk umum demi menjaga privasi dan keamanan,” jelasnya.
Tak hanya menampilkan gambar visual, CCTV tersebut juga terhubung dengan sistem absensi digital. Saat siswa melakukan presensi, orang tua akan menerima notifikasi secara otomatis.
“Begitu anak absen, orang tua langsung mendapat pemberitahuan. Mereka juga bisa memastikan apakah anaknya berada di kelas saat jam pelajaran berlangsung,” kata Irfan.
Disdik juga menyiapkan pengembangan lanjutan berupa sistem pengenalan wajah berbasis kecerdasan buatan (AI). Teknologi ini dirancang untuk membantu proses verifikasi identitas dan meningkatkan akurasi kehadiran siswa.
“Nantinya kamera bisa membaca wajah siswa dan mencocokkan dengan data yang ada. Ini untuk memperkuat sistem absensi agar lebih akurat,” tambahnya.
Tahun 2026 akan menjadi masa evaluasi untuk mengukur efektivitas program. Jika hasilnya dinilai positif, perluasan ke seluruh SD dan SMP di Balikpapan direncanakan dilakukan secara bertahap mulai 2027.
“Kami tidak ingin terburu-buru. Sistem harus teruji dulu. Kalau memang efektif dan bermanfaat, tentu akan kami kembangkan lebih luas,” tegas Irfan.
Melalui program ini, Disdik berharap tercipta transparansi, rasa aman di lingkungan sekolah, serta keterlibatan orang tua yang lebih aktif dalam memantau proses belajar anak secara real time melalui sistem yang aman dan terintegrasi. (Adv/Diskominfo/Bpp)







