HIPMI Balikpapan Dorong Pengembangan Olahraga Padel di Kota Minyak

GARVI.ID, BALIKPAPAN — Olahraga padel mulai menarik minat warga Balikpapan seiring meningkatnya popularitas olahraga tersebut di berbagai kota besar di Indonesia. Namun antusiasme itu belum diimbangi dengan ketersediaan fasilitas, karena jumlah lapangan padel di Balikpapan masih sangat terbatas.

Melihat peluang tersebut, Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) DPC Balikpapan menyatakan dukungan penuh agar padel bisa berkembang lebih cepat di kota ini. Ketua HIPMI DPC Balikpapan, Adam Dustin, menilai padel memiliki potensi ekonomi dan sosial yang besar jika didukung oleh fasilitas memadai serta pengelolaan yang tepat.

“Padel ini sedang naik daun dan peminatnya di Balikpapan mulai banyak, tapi fasilitas masih minim. HIPMI tentu mendukung olahraga ini berkembang, karena selain menyehatkan, ada peluang bisnis yang bisa digarap pengusaha muda,” ujarnya.

Adam menyebut Balikpapan sebagai kota dengan pertumbuhan ekonomi tinggi sangat memungkinkan menjadi hub untuk olahraga modern, termasuk padel. Ia menilai kolaborasi pemerintah, pelaku usaha, dan komunitas olahraga menjadi kunci percepatan pengembangan fasilitas.

“Kalau Balikpapan bisa menyediakan fasilitas padel yang memadai, ini bisa menjadi daya tarik baru. Banyak peluang usaha terbuka, mulai penyewaan lapangan, coaching clinic, sampai penyelenggaraan turnamen,” jelasnya.

HIPMI Balikpapan juga mendorong generasi muda agar tak hanya menjadi pemain, melainkan ikut melihat potensi usaha di balik olahraga tersebut—mulai dari operator lapangan, penyedia perlengkapan, pelatih, hingga event organizer.

Adam berharap semakin banyak investor, baik lokal maupun nasional, yang tertarik membuka fasilitas padel di Balikpapan.

“Kami sangat terbuka untuk kolaborasi. Kalau fasilitas bertambah dan komunitas makin besar, padel bisa menjadi gaya hidup baru di Balikpapan,” pungkasnya.

Dengan dukungan ekosistem yang tepat, padel berpotensi menjadi olahraga urban yang berkembang pesat dan menambah ragam aktivitas masyarakat Kota Minyak. (*)