Imunisasi Anak Sekolah di Karang Rejo Capai 90 Persen, Puskesmas Perkuat Edukasi soal Kekebalan Ulang

GARVI.ID, BALIKPAPAN – Program imunisasi bagi anak usia sekolah dasar (SD) di wilayah kerja Puskesmas Karang Rejo menunjukkan hasil menggembirakan. Hingga November 2025, capaian imunisasi tercatat berada di atas 90 persen. Meski demikian, masih ada sebagian kecil orang tua yang menolak vaksinasi sehingga puskesmas terus memperkuat edukasi tentang pentingnya kekebalan ulang di usia sekolah.

Kepala UPTD Puskesmas Karang Rejo, drg. Farida, menjelaskan bahwa imunisasi lanjutan pada usia SD bukan sekadar program rutin, melainkan kebutuhan kesehatan yang sangat penting. Pasalnya, kekebalan tubuh anak yang terbentuk dari imunisasi dasar saat balita akan menurun seiring waktu.

“Ketika anak masuk usia SD, kekebalannya bisa berkurang hingga 50 persen. Padahal sekolah itu tempat berkumpulnya banyak orang, sehingga risiko terpapar bakteri dan virus lebih tinggi. Karena itu kekebalan perlu diperkuat lagi,” ujarnya, Jumat (14/11/2025).

Menurut Farida, program imunisasi bagi anak usia sekolah merupakan amanat Undang-Undang Kesehatan dan Undang-Undang Perlindungan Anak, yang memberikan hak bagi setiap anak untuk mendapatkan perlindungan dari penyakit berbahaya.

Jenis imunisasi yang diberikan meliputi campak, difteri, dan tetanus. Ketiganya dipilih karena merupakan penyakit yang mudah menular dan kerap menyerang kelompok usia sekolah. Farida menjelaskan bahwa campak, misalnya, dapat menyebabkan komplikasi berat seperti pneumonia, radang otak, diare, hingga infeksi telinga.

“Anak sekolah ini rentan. Kalau kekebalan turun, risiko komplikasinya besar. Karena itu imunisasi tidak cukup diberikan ke satu atau dua anak saja, tapi secara kolektif. Minimal cakupan harus di atas 80 persen agar dianggap aman,” jelasnya.

Terkait efek samping pasca-imunisasi, Farida menegaskan bahwa sebagian besar bersifat ringan dan tidak berbahaya. Gejala seperti nyeri pada lokasi suntikan atau demam ringan dapat diatasi dengan kompres hangat atau obat penurun panas.

Untuk meningkatkan kesadaran orang tua, pihak puskesmas selalu mengadakan penyuluhan sebelum hari pelaksanaan imunisasi. Edukasi ini penting karena masih ada orang tua yang menolak vaksin tanpa alasan medis yang jelas.

“Kami berikan pemahaman bahwa imunisasi itu aman dan bermanfaat. Saat pandemi Covid-19, masyarakat terbukti bisa sadar pentingnya vaksinasi. Kami berharap kesadaran itu muncul lagi agar anak-anak terlindungi,” tutupnya. (Adv/Puskesmas/Bpp)