Program PMT di Puskesmas Karang Rejo Capai 80 Persen, Kendala Terbesar Ada pada Ibu Hamil

GARVI.ID, BALIKPAPAN — Puskesmas Karang Rejo mencatat bahwa realisasi anggaran Pemberian Makanan Tambahan (PMT) telah mencapai sekitar 80 persen pada November 2025. Program ini ditujukan untuk ibu hamil dan balita berisiko stunting, namun sejumlah tantangan masih dihadapi, terutama terkait rendahnya jumlah ibu hamil dengan kekurangan energi kronis (KEK) yang terjaring.

Kepala UPTD Puskesmas Karang Rejo, drg. Farida, menyampaikan bahwa anggaran PMT masih menyisakan sekitar Rp28 juta untuk ibu hamil dan Rp11 juta untuk balita, namun sebagian besar program telah berjalan. “PMT di Puskesmas Karang Rejo cukup besar anggarannya, dan sekarang sudah tercapai hampir 80 persen,” ujarnya, Sabtu (15/11/2025). 

Kendala terbesar justru terjadi pada kelompok ibu hamil. Menurut Farida, jumlah ibu hamil yang masuk kategori KEK jauh lebih sedikit dibanding target program. “Ibu hamil itu belum terjaring semua. Targetnya terlalu tinggi. Ibu hamil kurang energi kronis itu tidak terlalu banyak ditemukan,” jelasnya.

Hal ini membuat sebagian anggaran belum terserap maksimal. Meski demikian, pihak puskesmas terus berusaha mengidentifikasi kelompok sasaran baru agar anggaran intervensi tetap tersalurkan secara optimal. “Mencari sasaran ibu hamil KEK itu agak susah. Karena memang jumlah kasusnya tidak banyak,” katanya.

Program PMT menjadi salah satu intervensi prioritas pemerintah kota dalam rangka menurunkan prevalensi stunting. Puskesmas Karang Rejo menyalurkan makanan tambahan dalam bentuk bahan pangan lokal bergizi tinggi yang bisa dikonsumsi secara rutin.

“Kami tetap jalankan sesuai pedoman. Yang penting sasaran tepat, intervensi berjalan, dan balita atau ibu hamil benar-benar mendapat manfaat,” tegas Farida.

Ia menambahkan bahwa puskesmas juga memperkuat pemantauan lapangan bersama kader posyandu, termasuk memastikan penerima PMT benar-benar mengonsumsi makanan tambahan secara teratur.

“Kadang masalah bukan pada pemberian, tetapi apakah dikonsumsi atau tidak. Itu juga kami cek,” ujarnya.

Dengan realisasi 80 persen, Puskesmas Karang Rejo optimistis program bisa dituntaskan hingga akhir tahun. “Insyaallah, kalau kegiatan 80 persen sudah tercapai, sisanya tinggal penyempurnaan,” kata Farida. (Adv/Puskesmas/Bpp)