GARVI.ID, BALIKPAPAN – Pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) kabupaten/kota Ikatan Sarjana Katolik (ISKA) se-Kalimantan Timur periode 2026–2030 resmi ditetapkan. Usai Misa, kegiatan dilanjutkan dengan ramah tamah dan diskusi kebangsaan di Aula Gereja Katolik St Theresia Balikpapan, Sabtu (28/2/2026).
Diskusi bertema “Mendobrak Gerakan dan Eksistensi ISKA: Dahulu, Sekarang, dan Mendatang” itu membahas arah gerak organisasi, sekaligus menjawab tantangan peran kaum cendekiawan Katolik di tengah dinamika pembangunan daerah.
Ketua DPC ISKA Balikpapan, Dr. Gordius Ago, menegaskan kepengurusan baru akan memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan. Menurutnya, ISKA tidak boleh hanya hadir sebagai organisasi formal, tetapi harus memberi dampak nyata.
“Sebagai organisasi cendekiawan, kami ingin terlibat aktif dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat. Balikpapan adalah kota heterogen dan pintu gerbang menuju IKN, ini peluang sekaligus tanggung jawab,” ujarnya.
Ia menilai posisi strategis Kalimantan Timur sebagai lokasi Ibu Kota Nusantara menjadi momentum mempererat sinergi lintas daerah dan lintas sektor.
“Semangat kami sederhana, berbagi dan berkolaborasi. Baik dengan DPC lain, DPD provinsi, maupun DPP pusat, supaya kehadiran ISKA benar-benar terasa manfaatnya,” katanya.
Sekretaris Jenderal DPC ISKA Balikpapan, Impol Siboro, menyebut kepengurusan baru langsung dihadapkan pada agenda besar. Kalimantan Timur, khususnya Balikpapan, direncanakan menjadi tuan rumah Musyawarah Nasional (Munas) ISKA 2026.
“Kami harus bersiap dari sekarang. Konsolidasi internal wajib dilakukan, sekaligus membangun dukungan eksternal. Jangan sampai kita tertinggal dari target organisasi nasional,” tegasnya.
Ketua DPD ISKA Kaltim, Prof. Dr. Ir. Bernad Saragi, menjelaskan pelantikan ini bertujuan memperkuat kontribusi cendekiawan Katolik dalam pembangunan daerah dan nasional. Keanggotaan ISKA, kata dia, terbuka bagi sarjana dan profesional Katolik dari berbagai disiplin ilmu.
Program kerja organisasi mencakup penguatan pendidikan, riset, pengabdian masyarakat, pendampingan UMKM, hingga advokasi sosial dan hukum. ISKA juga rutin menggelar webinar terbuka membahas isu pendidikan, ekonomi, dan ketahanan pangan.
“Kegiatan kami terbuka untuk siapa saja. Narasumbernya para pakar dan profesional, tidak terbatas dari kalangan Katolik,” ujarnya.
Ketua Umum Presidium ISKA, Ir. Luky A. Yusgiantoro, menyampaikan ISKA kini hadir di 24 provinsi dengan 148 DPC kabupaten/kota. Ia menegaskan organisasi ini berorientasi pada politik kebangsaan, bukan politik praktis.
“ISKA menjadi jembatan antara kebijakan pemerintah, gereja, dan umat. Kami menjunjung humanisme, kesetaraan, dan martabat kemanusiaan,” katanya.
Ia juga mengungkapkan, dalam Munas 2022 di Bali, ISKA mendapat mandat menyiapkan Munas 2026 yang direncanakan berlangsung di Kalimantan Timur. Selain itu, ISKA turut dilibatkan dalam persiapan peresmian basilika pertama di Indonesia yang berada di Kaltim.
Pelantikan kali ini diikuti sekitar 300 anggota dari DPD Kaltim dan DPC Balikpapan, Samarinda, Kutai Timur, Kutai Barat, serta Mahakam Ulu. Dengan kepengurusan baru, ISKA Kaltim diharapkan mampu memperkuat peran intelektual dalam pembangunan sekaligus merawat kebhinekaan di Bumi Etam. (/*)













