GARVI.ID, BALIKPAPAN – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Balikpapan secara resmi menutup rangkaian sosialisasi pendidikan politik untuk pemilih pemula di SMKN 2 pada Kamis (12/9/2024). Kegiatan ini adalah bagian dari persiapan menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak yang dijadwalkan pada 27 November 2024.
Kepala Bidang Politik Dalam Negeri dan Organisasi Masyarakat (Poldagri Ormas) Kesbangpol Kota Balikpapan, Ruddy Iskandar menyampaikan bahwa sosialisasi tersebut telah berlangsung sejak 27 Agustus hingga 12 September 2024.”Kami melakukan road show ke berbagai sekolah di Balikpapan. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk mengedukasi pemilih pemula mengenai tahapan Pilkada yang akan datang,” ujar Ruddy saat dikonfirmasi, Jumat (13/9/2024).
Sosialisasi ini memiliki misi penting untuk membekali peserta didik di SMA/SMK/MA Negeri di Kota Balikpapan dengan pengetahuan yang diperlukan agar mereka dapat menjadi pemilih yang cerdas. “Kami memberikan pemahaman tentang bagaimana cara menjadi pemilih yang rasional dengan mengenali visi dan misi dari calon wali kota maupun gubernur,” tambahnya.
Kesadaran dan pemahaman yang baik mengenai calon pemimpin sangat penting, karena pemilih yang cerdas dapat membuat keputusan yang lebih bijaksana dan berdampak positif bagi perkembangan daerah.Kegiatan ini tidak hanya membahas pentingnya pengetahuan tentang calon pemimpin, tetapi juga menekankan pada penolakan terhadap praktik politik uang.
“Kami memberikan pemahaman kepada pemilih pemula tentang bahaya money politics dan mengajak mereka untuk memilih sesuai dengan hati nurani mereka,” ungkap Ruddy.Selain Kesbangpol, sosialisasi ini juga melibatkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) untuk memberikan informasi yang lebih komprehensif kepada para peserta.
Dalam konteks Pilkada, pemilih pemula yang cerdas memainkan peran yang sangat krusial. Mereka tidak hanya menentukan arah kebijakan daerah melalui pilihan mereka, tetapi juga berkontribusi pada kualitas demokrasi.
Pemilih yang berpengetahuan dan rasional dapat mencegah terjadinya penyalahgunaan kekuasaan dan meminimalisir risiko perpecahan dalam masyarakat.
Dengan memahami proses pemilihan dan latar belakang calon pemimpin, pemilih pemula dapat membuat keputusan yang lebih informed dan berorientasi pada kemajuan daerah.Ruddy berharap bahwa sosialisasi ini dapat meningkatkan partisipasi pemilih dalam Pilkada di Kota Balikpapan.
“Kami berharap sosialisasi ini tidak hanya berdampak pada peningkatan partisipasi pemilih, tetapi juga pada kualitas pemilihan itu sendiri. Kami menargetkan partisipasi pemilih bisa mendekati angka 80 persen seperti pada Pemilu sebelumnya. Dengan demikian, kita dapat memilih pemimpin yang berkualitas yang akan membawa kemajuan bagi kota dan provinsi,” tutupnya.
Dengan sosialisasi ini, diharapkan pemilih pemula akan lebih siap dan berpengetahuan dalam menjalankan hak suara mereka, serta berkontribusi pada proses demokrasi yang lebih sehat dan produktif. (Adv/Diskominfo)













