GARVI.ID, BALIKPAPAN — Upaya penyelundupan narkotika jaringan internasional melalui Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan berhasil digagalkan aparat gabungan Direktorat Reserse Narkoba Polda Kalimantan Timur dan Bea Cukai Kalimantan Bagian Timur.
Seorang perempuan warga negara Malaysia berinisial S diamankan saat membawa sabu seberat sekitar 1 kilogram yang disembunyikan di balik pakaian dalam modifikasi yang dikenakannya.
Direktur Reserse Narkoba Polda Kaltim Kombes Pol Romylus Tamtelahitu mengatakan, pengungkapan kasus ini bermula dari koordinasi dan pemantauan intensif bersama pihak Bea Cukai terhadap penumpang yang dicurigai membawa narkotika dari luar negeri.
“Tersangka kami amankan sesaat setelah tiba di Bandara Sepinggan. Saat dilakukan pemeriksaan, ditemukan sabu yang disembunyikan di tubuh pelaku,” ujar Romylus saat konferensi pers di Balikpapan, Selasa (26/5/2026).
Menurutnya, tersangka menggunakan modus menyelipkan dua paket sabu di sisi kanan dan kiri korset atau kemben yang telah dimodifikasi khusus.
Satu paket memiliki berat sekitar 500 gram, sementara paket lainnya sekitar 400 gram. Selain narkotika, polisi turut menyita korset modifikasi dan satu unit telepon genggam milik tersangka.
Berdasarkan data penerbangan, pelaku diketahui berangkat dari Kuala Lumpur, Malaysia, sekitar pukul 16.00 waktu setempat dan tiba di Balikpapan pada pukul 18.00 WITA.
“Hasil penyelidikan sementara menunjukkan tersangka berangkat atas kendali jaringan internasional. Sebelum terbang, ia sempat bertemu seseorang berinisial Y yang diduga mengatur sekaligus memasangkan paket sabu tersebut,” jelasnya.
Polda Kaltim juga telah berkoordinasi dengan pihak kedutaan terkait keterlibatan warga negara asing dalam kasus ini. Polisi memastikan pengembangan jaringan masih terus dilakukan.
Sementara itu, Kapolda Kaltim Irjen Pol Endar Priantoro mengapresiasi sinergi antara Ditresnarkoba Polda Kaltim dan Bea Cukai dalam pengungkapan kasus tersebut.
Ia menegaskan peredaran narkotika masih menjadi ancaman serius, terutama bagi generasi muda di Kalimantan Timur.
“Kami tidak akan memberi celah bagi pelaku peredaran narkoba. Penindakan akan terus dilakukan secara tegas tanpa kompromi,” tegas Endar. (/ba)










