GARVI.ID, BALIKPAPAN – Kelurahan Klandasan Ulu di Balikpapan menghadapi tantangan dalam hal layanan kesehatan masyarakat. Kawasan yang berada di Kecamatan Balikpapan Kota ini membutuhkan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas).
Lurah Klandasan Ulu, Andi Tjutjup Suparna, mengungkapkan harapannya untuk mendirikan Puskesmas di wilayahnya. Saat ini, warga Klandasan Ulu harus bergantung pada Puskesmas Klandasan Ilir yang terletak di wilayah tetangga untuk mendapatkan layanan kesehatan primer.
“Kami di Klandasan Ulu belum memiliki Puskesmas sendiri, sehingga kami harus bergantung pada fasilitas di Ilir,” kata Andi, Jumat (16/8/2024).
Kehadiran Puskesmas di Klandasan Ulu diharapkan dapat memenuhi kebutuhan layanan kesehatan bagi sekitar 15.000 penduduknya. Andi Cucup Suparna mencatat, meski dua rumah sakit di daerah tersebut telah beroperasi, layanan kesehatan yang tersedia masih belum mencukupi untuk seluruh masyarakat. Namun, kendala utama untuk pembangunan Puskesmas adalah keterbatasan lahan.
“Kami mengalami kesulitan dalam menemukan lahan yang memadai untuk membangun Puskesmas. Meski demikian, kami tetap berkomitmen agar Klandasan Ulu memiliki fasilitas kesehatan sendiri,” jelasnya.
Selain kebutuhan akan Puskesmas, Lurah Klandasan Ulu memastikan bahwa fasilitas pendidikan di wilayahnya sudah memadai, dengan tersedianya sekolah-sekolah tingkat SMP dan SMA/SMK. “Untuk sektor pendidikan, sekolah-sekolah sudah lengkap. Namun, di bidang kesehatan, Puskesmas adalah prioritas kami,” ujarnya.
Lurah Andi Cucup Suparna juga mengapresiasi peran aktif kader-kader kesehatan di kelurahan yang terus melayani masyarakat. Ia memastikan bahwa semua warga yang membutuhkan layanan BPJS Kesehatan gratis dapat memperoleh bantuan. “Kami mendorong warga yang belum terdaftar untuk segera mengunjungi kantor kelurahan agar kami bisa membantu proses pendaftaran,” tambahnya.
Ia juga mengingatkan kader-kader kesehatan untuk terus berkolaborasi dengan pemerintah kelurahan dan memberikan dukungan maksimal kepada warga, terutama dalam hal administrasi dan layanan kesehatan lainnya. (Adv/Diskominfo)













