GARVI.ID, BALIKPAPAN – Jalan MT Haryono, yang menghubungkan Kelurahan Damai Baru dan Damai Bahagia, kini mulai dikenal sebagai pusat kuliner baru di Kota Balikpapan. Deretan lampu hias dan ornamen estetik memperindah kawasan ini, sementara puluhan pelaku usaha kuliner turut menyemarakkan suasana, menarik perhatian warga lokal maupun wisatawan.
Namun, di balik geliat pertumbuhan ini, muncul berbagai masalah yang tak bisa diabaikan. Persoalan utama mencakup parkir liar dan pengelolaan sampah yang belum optimal.
Ketua Komisi III DPRD Balikpapan, Yusri, yang juga menjabat sebagai Ketua LPM Damai Bahagia, menekankan pentingnya peran aktif aparatur kelurahan dan kecamatan dalam menjaga kawasan tersebut agar tetap tertib dan bersih.
“Semua yang sudah dibangun Pemkot akan sia-sia kalau tidak dijaga. Baik warga maupun petugas harus sama-sama bertanggung jawab atas kebersihan dan kenyamanan kawasan ini,” ujarnya saat ditemui pada Selasa (8/4/2025).

Yusri mendesak Kecamatan Balikpapan Selatan agar menggerakkan dua kelurahan yang menaungi wilayah MT Haryono untuk rutin melakukan pengawasan. Ia juga mendorong kehadiran petugas Trantib di lapangan guna mengatur parkir serta menertibkan pelaku usaha yang belum mematuhi aturan.
“Masih banyak kendaraan yang parkir sembarangan, juga sampah yang dibiarkan menumpuk. Ini mengganggu estetika dan kenyamanan pengunjung,” jelasnya.
Sebagai wakil rakyat, Yusri menyebut DPRD memiliki keterbatasan dalam hal penindakan. Menurutnya, kewenangan sepenuhnya berada di tangan Pemkot Balikpapan dan perangkat wilayah setempat.
Lebih jauh, ia menambahkan bahwa kawasan MT Haryono termasuk dalam program prioritas Pemkot Balikpapan, seperti Balikpapan Terang dan proyek kabel bawah tanah yang akan memperindah wajah kota.
“MT Haryono ini akan jadi ikon kota modern. Maka, petugas harus hadir, aktif, dan konsisten. Kalau bisa tertib dan rapi, ini bisa jadi percontohan kawasan urban yang maju,” tutup Yusri. (Adv/DPRD/BPP)













