ORMAWA UNIBA Galang Dana di Lapangan Merdeka, Wujud Solidaritas untuk Korban Bencana Sumatera

GARVI.ID, BALIKPAPAN — Organisasi Mahasiswa se-Universitas Balikpapan (ORMAWA UNIBA) menggelar aksi solidaritas berupa penggalangan dana bagi korban bencana di Sumatera. Kegiatan tersebut berlangsung di Lapangan Merdeka, Kota Balikpapan, Sabtu (13/12/2025).

Aksi kemanusiaan bertajuk “Bantu Mereka yang Membutuhkan” ini diinisiasi sebagai bentuk kepedulian mahasiswa terhadap dampak bencana yang masih dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah Sumatera.

Ketua Umum Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM) Universitas Balikpapan, Raihan Anandana, mengatakan kegiatan tersebut merupakan panggilan moral bagi mahasiswa untuk hadir dan berkontribusi dalam situasi darurat kemanusiaan.

“Kami menginisiasi aksi ini sebagai bentuk kepedulian atas bencana besar yang dialami saudara-saudari kita di Sumatera. Ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk peduli dan membuka mata terhadap penderitaan yang sedang mereka alami,” ujar Raihan.

Sebelum turun ke ruang publik, ORMAWA UNIBA telah lebih dulu membuka posko penggalangan dana di lingkungan Kampus Universitas Balikpapan sejak Rabu (3/12) hingga Jumat (12/12). Bantuan yang dihimpun berupa uang tunai, sembako, serta pakaian layak pakai.

Setelah posko kampus ditutup, kegiatan dilanjutkan dengan pendirian posko di Lapangan Merdeka. Langkah ini dilakukan untuk menjangkau partisipasi masyarakat Kota Balikpapan secara lebih luas.

“Karena ini merupakan inisiatif bersama ORMAWA UNIBA, kami sepakat membuka posko di titik keramaian kota. Harapannya, masyarakat di luar kampus juga dapat terlibat dalam aksi kemanusiaan ini,” jelasnya.

Aksi tersebut mendapat respons positif dari masyarakat. Warga yang menghabiskan waktu akhir pekan di kawasan Lapangan Merdeka tampak antusias memberikan sumbangan bagi korban bencana.

Untuk memaksimalkan penggalangan dana, panitia membagi relawan ke beberapa titik di sekitar area kegiatan. Sedikitnya 50 hingga 60 mahasiswa dari berbagai organisasi terlibat langsung dalam aksi tersebut.

“Kami membagi massa ke beberapa titik agar penggalangan dana berjalan optimal dan manfaatnya bisa lebih besar bagi saudara-saudari kita di Sumatera,” kata Raihan.

Seluruh dana yang terkumpul nantinya akan dikonversi menjadi bantuan logistik berupa makanan siap saji. Menurut Raihan, kebutuhan pangan yang praktis menjadi prioritas utama dalam kondisi darurat.

“Dana yang terkumpul akan kami belanjakan menjadi makanan siap saji seperti sarden, biskuit, susu kaleng, dan kebutuhan lain yang mudah dikonsumsi saat situasi darurat,” ujarnya.

Lebih jauh, Raihan menilai bencana yang terjadi juga menjadi peringatan akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. Ia menekankan perlunya pengawasan yang lebih ketat terhadap kebijakan lingkungan serta tanggung jawab bersama dalam pemulihan alam.

“Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa kekayaan alam tidak boleh dieksploitasi secara berlebihan. Pengawasan harus diperketat, dan pemerintah bersama para pemangku kepentingan perlu bergandengan tangan untuk memperbaiki dan memulihkan lingkungan yang telah rusak,” pungkasnya. (/*) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *