GARVI.ID, BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan terus memperkuat pemerataan akses pendidikan melalui kerja sama dengan 15 sekolah swasta dalam pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2026. Program ini menjadi salah satu upaya memastikan seluruh anak usia sekolah tetap memperoleh layanan pendidikan yang layak tanpa terkendala biaya.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan, Irfan Taufik, mengatakan kolaborasi dengan sekolah swasta dilakukan untuk mendukung daya tampung pendidikan tingkat SMP sekaligus memberikan lebih banyak pilihan bagi masyarakat.
Menurutnya, jumlah lulusan SD dan Madrasah Ibtidaiyah di Balikpapan setiap tahun mencapai sekitar 13 ribu anak. Sementara itu, kapasitas 28 SMP negeri yang ada saat ini mampu menampung sekitar 8.500 siswa.
“Karena itu kami terus memperkuat kemitraan dengan sekolah swasta agar seluruh anak tetap mendapatkan kesempatan melanjutkan pendidikan. Pemerintah hadir untuk memastikan akses pendidikan tetap terbuka bagi semua,” ujarnya, Kamis (4/6/2026).
Melalui program tersebut, peserta didik yang diterima di sekolah swasta mitra tidak dikenakan biaya pendidikan. Pemerintah menanggung berbagai kebutuhan dasar pendidikan, mulai dari uang pangkal, SPP hingga seragam sekolah.
Sebanyak 15 sekolah swasta yang bekerja sama dengan Pemkot Balikpapan tersebar di berbagai kecamatan sehingga dapat menjangkau lebih banyak masyarakat. Kehadiran sekolah mitra tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam memperluas layanan pendidikan yang merata dan berkualitas.
Irfan menjelaskan, program kemitraan dengan sekolah swasta terus menunjukkan perkembangan positif. Pada tahun sebelumnya, kerja sama dengan 13 sekolah berhasil mengakomodasi sekitar 1.100 siswa. Tahun ini, dengan bertambahnya dua sekolah mitra, kapasitas penerimaan meningkat menjadi sekitar 1.300 siswa.
“Kami terus melakukan evaluasi dan penguatan program ini. Tidak hanya membantu dari sisi pembiayaan peserta didik, tetapi juga meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sekolah-sekolah mitra,” katanya.
Komitmen Pemkot Balikpapan dalam memperluas akses pendidikan tersebut juga mendapat apresiasi dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Penghargaan diberikan kepada Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud, atas inovasi dan upaya daerah dalam mendukung pelaksanaan SPMB yang inklusif.
Selain menjalin kemitraan dengan sekolah swasta, pemerintah juga terus menambah kapasitas sekolah negeri melalui pembangunan unit sekolah baru di sejumlah wilayah. Salah satunya adalah pembangunan SMP Negeri 29 di kawasan Grand City yang saat ini masih berproses.
Irfan menegaskan seluruh sekolah memiliki peran yang sama dalam mencetak generasi muda yang berkualitas. Karena itu, masyarakat diharapkan tidak lagi membedakan sekolah berdasarkan status negeri maupun swasta.
“Yang terpenting adalah bagaimana anak-anak mendapatkan layanan pendidikan yang baik. Kami terus berupaya menghadirkan kesempatan belajar yang merata bagi seluruh warga Balikpapan,” tutupnya. (Adv/Diskominfo/Bpp)












