GARVI.ID, BALIKPAPAN- Edukasi terus menjadi ujung tombak Puskesmas Sumber Rejo dalam menekan penyebaran HIV/AIDS di masyarakat.
Penanggung jawab program HIV/AIDS, Nilwana, menyebut bahwa misinformasi masih menjadi tantangan terbesar di lapangan. Banyak masyarakat masih percaya bahwa HIV dapat menular melalui sentuhan, berpelukan, udara, hingga gigitan serangga.
“Itu tidak benar. Penularan HIV hanya terjadi melalui hubungan seksual berisiko, kontak darah, dan air susu ibu. Bukan dari sentuhan atau interaksi sosial biasa,” tegas Nilwana, Jumat (21/11/2025).
Menurutnya, kesalahpahaman semacam ini memicu ketakutan berlebihan dan memperkuat stigma terhadap orang dengan HIV/AIDS (ODHA).
Untuk mengatasi hal tersebut, puskesmas terus menggelar penyuluhan ke berbagai kelompok, termasuk sekolah, calon pengantin, dan ibu hamil. Edukasi diberikan tidak hanya mengenai cara penularan, tetapi juga pentingnya pola hidup sehat, penggunaan pengaman saat berhubungan seksual, serta pentingnya skrining rutin bagi kelompok risiko tinggi.
Nilwana menambahkan bahwa edukasi bertujuan membangun kesadaran bahwa HIV tidak selalu terkait perilaku menyimpang, melainkan bisa terjadi pada siapa saja.
“Masyarakat harus sadar bahwa penularan bukan soal moralitas, tapi soal kesehatan. Dengan pengetahuan yang benar, penularan bisa ditekan,” jelasnya.
Puskesmas juga menekankan pentingnya komunikasi terbuka, terutama bagi pasangan yang akan menikah. Pemeriksaan pranikah menjadi salah satu langkah penting untuk memastikan kedua pasangan dalam kondisi sehat dan memahami risiko masing-masing.
“Edukasi adalah kunci. Tanpa informasi yang benar, stigma dan ketakutan akan terus ada. Itu yang harus kita hentikan bersama,” ujar Nilwana.
Dengan terus menyasar berbagai kelompok masyarakat, Puskesmas Sumber Rejo berharap pemahaman masyarakat semakin membaik sehingga kasus penularan dapat terus ditekan. (Adv/Puskesmas/Bpp)













