GARVI.ID, BALIKPAPAN — Penanganan stunting kembali menjadi perhatian serius Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan. Komisi IV, yang membidangi kesejahteraan masyarakat, mendorong kolaborasi lintas sektor agar setiap anak dapat tumbuh sehat dan cerdas.
Ketua Komisi IV DPRD Balikpapan, Gasali, memimpin Dialog Warga di RT 37 Kelurahan Teritip, Kecamatan Balikpapan Timur, pada Minggu (19/10/2025).
Kegiatan ini turut dihadiri Camat Balikpapan Timur, Dinas Kesehatan, serta DP3AKB yang membahas strategi bersama menekan angka stunting di wilayah tersebut.
Forum tersebut menjadi ruang terbuka bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi dan memperkuat kesadaran akan pentingnya pencegahan stunting sejak dini.
Menurut Gasali, peningkatan angka stunting di Balikpapan harus menjadi alarm bagi semua pihak. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, prevalensi stunting di kota ini naik dari 19 persen pada 2024 menjadi 22,7 persen di tahun 2025.
“Kenaikan ini bukan sekadar angka, tapi tanda bahwa kita perlu lebih serius menjaga kesehatan keluarga. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, semua pihak harus ikut terlibat,” tegasnya.
Gasali menjelaskan, stunting bukan hanya soal kekurangan gizi, tetapi juga dipengaruhi oleh pola asuh, kebersihan lingkungan, dan akses layanan kesehatan yang belum merata. Karena itu, ia menekankan pentingnya pendekatan menyeluruh dan berkelanjutan.
“Kita ingin gerakan ini dimulai dari rumah. Ibu-ibu muda perlu dibekali pengetahuan sejak remaja agar kelak mampu membesarkan anak yang sehat dan cerdas,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan dialog warga tidak hanya digelar di daerah dengan kasus stunting tinggi, tetapi juga sebagai bentuk pencegahan dini.
“Lebih baik mencegah daripada mengobati. Kalau puskesmas sepi pasien, artinya masyarakat kita sudah sehat,” ucapnya disambut tepuk tangan warga.
Gasali menegaskan, DPRD akan terus mendorong program edukasi keluarga, pendampingan ibu hamil dan balita, serta peningkatan kualitas layanan kesehatan dasar.
“Gerakan keluarga sehat bukan sekadar program pemerintah, tapi tanggung jawab bersama,” tutupnya.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya kolektif DPRD dan pemerintah kota dalam mewujudkan generasi emas Balikpapan bebas stunting melalui pendekatan berbasis keluarga dan komunitas. (Adv/DPRD/Bpp)













