GARVI.ID, BALIKPAPAN – Wahyullah, anggota Komisi III DPRD Balikpapan, menekankan perlunya reformasi dalam proses perizinan serta pengawasan yang lebih ketat terhadap pengembang untuk menjaga keberlanjutan pembangunan kota.
Menurut Wahyullah, pemerintah harus lebih proaktif dengan melibatkan calon investor dan pengembang dalam diskusi untuk menemukan solusi perizinan yang lebih cepat dan efisien. Meski begitu, ia menegaskan bahwa efisiensi tersebut tidak boleh melanggar aturan yang ada, seperti Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan peraturan daerah.
“Perizinan bukan sekadar formalitas, tetapi sebagai bentuk komitmen untuk berinvestasi secara bertanggung jawab. Kalau pengembang hanya melihat izin seperti SIM untuk kendaraan tanpa memahami dampaknya, itu masalah besar,” jelas Wahyullah, Kamis (6/2/2025).
Wahyullah juga menyoroti kasus pengabaian perizinan oleh pengembang Green Valley, yang menurutnya hanya puncak dari fenomena “piramida gunung es”. Praktik seperti ini, katanya, berisiko besar bagi kota, terutama dalam pencegahan banjir dan bencana lainnya.
Menurutnya, kota yang dibangun oleh pengembang yang taat aturan—seperti site plan, analisis dampak lalu lintas (andalalin), dan Sertifikat Layak Fungsi (SLF)—akan menciptakan lingkungan yang lebih aman, nyaman, dan berkelanjutan.
“Kepatuhan pada regulasi bukan hanya soal hukum, tetapi juga tanggung jawab untuk menciptakan kota yang mandiri dari ketergantungan pada pembiayaan negara. Dengan begitu, masyarakat Balikpapan bisa menjadi lebih modern, mandiri, dan berperadaban maju,” tegas Wahyullah.
Sebagai anggota DPRD, Wahyullah berkomitmen untuk memperketat pengawasan terhadap pengembang yang tidak memenuhi kewajibannya. Ia juga mengajak seluruh pihak untuk berkolaborasi demi menjadikan Balikpapan sebagai kota ramah lingkungan dan berfokus pada masa depan.
“Pembangunan yang berkelanjutan bukan hanya soal mengurangi risiko bencana, tetapi juga memberikan kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat. Agar kota ini maju, pemerintah dan swasta harus berbagi visi yang sama,” pungkasnya.
Dengan pengawasan yang lebih ketat serta sinergi antara pemerintah, pengembang, dan masyarakat, Wahyullah optimis Balikpapan dapat menjadi kota yang aman, tangguh, dan berdaya saing tinggi di masa depan. (Adv/DPRD/BPP)













